Covid-19: Sekolah dengan pembelajaran tatap muka akan dibuka sedang di tengah tingkat infeksi yang masih tinggi, penyelidik: ‘Logikanya di mana, tersebut bisa mengerikan’

covid-19-sekolah-dengan-pembelajaran-tatap-muka-akan-dibuka-lagi-di-tengah-tingkat-infeksi-yang-masih-tinggi-pengamat-logikanya-di-mana-ini-bisa-mengerikan-16

sejam yang lalu

Sumber gambar, ANTARA FOTO/JOJON

Di tengah bergulirnya vaksinasi terhadap lima juta pendidik dan tenaga pendidik yang dimulai Februari lalu dan ditargetkan selesai pada akhir Juni, pemerintah Indonesia merancangkan pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli, zaman pembukaan ajaran baru.

Beberapa sekolah di wilayah telah menjalankan simulasi PTM dari sekarang.

Serupa di Solo, Jawa Sedang, terdapat 23 sekolah dan satu madrasah yang sudah melakukan PTM, seperti SMP Negeri 13 Solo dengan melaksanakannya sejak Senin cerai-berai (22/03).

Di Bekasi, Jawa Barat, terdapat 110 madrasah tingkat SD dan SMP yang menjalankan PTM, antara lain SMP Negeri 2 Praja Bekasi.

Epidemiolog dari Universitas Nusantara, Tri Yunis Miko, menguatkan PTM dapat dilakukan jika tingkat kasus positif ( positivity rate ) infeksi virus corona di suatu daerah aib atau kurang dari 5% sehingga masuk dalam kategori zona aman.

“Itu bagaimana logikanya saat kasus harian masih 6. 000 bahkan pernah 10. 000 sekolah malah dibuka? Nilai itu menunjukan positivity rate dan tingkat penularannya sedang tinggi. Ini bisa mengerikan, transmisi di kalangan pengikut akan tinggi, dan menciptakan klaster sekolah, ” sirih Yunis kepada BBC News Indonesia, Selasa (23/03).

Level positif di Indonesia berharta di angka sekitar 13% yang artinya memiliki transmisi tinggi dan berbahaya bagi murid jika harus bersekolah.

Baca juga:

Jawa Barat berada pada tingkat pertama penambahan total kasus harian, lalu diikuti Jakarta dan Jawa Tengah.

Solo dan Bekasi berada dalam zona jingga dengan resiko penularan sedangkan, Selasa (23/03).

Tatkala itu, pengamat pendidikan memperhitungkan PTM bisa dilakukan jika seluruh tenaga pendidik sudah divaksin, sarana prasarana madrasah menunjang pelaksanaan protokol kesehatan tubuh, serta terdapat pengawasan serta evaluasi yang ketat sebab pemerintah daerah, guru, maka masyarakat.

Sebelumnya, Gajah Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, menargetkan akhir Juni, sekitar lima juta pendidik dan tenaga pendidik menerima vaksin sehingga pada tarikh ajaran 2021/2022, sekitar di dalam Juli, pembelajaran tatap membuang dapat dilakukan.

Pelaksanaan PTM di zona jingga

Sumber gambar, Fajar Sodiq

“Saya senang sekali bisa masuk sekolah kembali karena dekat setahun di rumah. Yang dirindukan adalah keramaian pada sekolah seperti sama jodoh yang selama ini tak bertemu, ” ungkap seorang siswa kelas IX SMP Negeri 13 Solo sudah melaksanakan PTM kepada wartawan Fajar Sodiq yang mengadukan untuk BBC News Nusantara, Selasa (23/03).

Ini adalah hari kedua fase prima bagi murid SMP Jati 13 Solo dalam melaksanakan simulasi PTM.

Pembelajaran berlangsung dua jam lantaran pukul 07. 00 mematok 09. 00 WIB yang diisi tiga mata kajian.

“Secara keseluruhan berjalan kondusif dan sesuai dengan protokol kesehatan. Anak-anak meninggalkan dan pulang dijemput wali. Kemudian memakai masker, basuh tangan, cek suhu awak, ” kata Kepala Sekolah SMP Negeri 13 Tunggal Kucisti Ike Retnaningtyas.

Ike menambahkan, jumlah murid dalam satu kelas berjumlah sekitar 16 orang atau 50% dari jumlah siswa secara jarak antar kursi sekitar satu meter.

Murid yang tinggal di kawasan berbahaya tidak bisa memasukkan PTM dan hingga kini sudah 80% guru sejak sekolah itu yang menyambut vaksin tahap dua, dan sisanya vaksin tahap kepala, kata Ike.

Anak muram di rumah

Sumber tulisan, Pagi buta Sodiq

Salah kepala pengampu murid dari SMP Negeri 4 Solo yang telah melaksanakan PTM semenjak Senin lalu, Henry Satya Negara mendukung program itu.

“Mengantar dan menyambut anak harus on time , dan harus karakter tua sendiri. Dan di kendaraan ada tulisan (nama anak) seperti di bandara. Nanti ada petugas sekolah yang akan memanggil anak itu. Tidak boleh muncul kalau orang tuanya belum ada di sekolah, ” kata Henry.

Henry mengizinkan anaknya kembali ke sekolah karena metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama setahun ini telah mendirikan anak jenuh.

“Saya lihat kalau di sendi itu, anak terkesan sedu, di kamar terus, ” kata Henry.

Ia pun tidak takut dengan potensi penularan Covid-19 karena percaya dengan kemampuan madrasah melaksanakan protokol kesehatan.

Selain di Solo, PTM juga berlangsung di Tanah air Bekasi, seperti SMP Negeri 2 Kota Bekasi yang melaksanakan PTM sejak Senin kemarin.

Pelaksanaan PTM diikuti 50% atau suntuk 18 murid dengan tanda belajar dari 08. 00 hingga 10. 00 WIB.

Simulasi pemanasan pra PTM bulan Juli

Sumber gambar, Antara Foto/Maulana Surya

Kepala Dinas Pelajaran Kota Solo, Etty Retnowati, mengatakan pelaksanaan PTM sekolah bersifat simulasi.

“Ini buat pemanasan membiasakan anak bentuk, mandi pagi, pakai sebentuk, dan sarapan. Ini sulit karena anak-ank sudah setahun tidak sekolah, ” sebutan Etty.

Etty memasukkan terdapat 23 sekolah dan satu madrasah yang melakukan PTM dari sekitar 72 sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tunggal, Siti Wahyuningsing mengatakan, saat in guru yang sudah divaksin di Solo mencapai 5. 700 guru sejak total sekitar 10. 000 orang.

“Untuk kiai sudah divaksin di Tunggal jadi nanti ketika Juli tatap muka, kekebalannya sudah muncul karena sudah kurang waktu yang lalu, ” kata Siti.

Di wilayah lain, Pemprov DKI Jakarta berencana membuka sebesar sekolah untuk dijadikan percontohan PTM. Terdapat sekitar 50 hingga 100 sekolah sebab SD hingga SMA yang kemungkinan melaksanakan PTM.

“Logikanya dimana? ”

Sumber gambar, ANTARA FOTO/IRFAN ANSHORI

Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, mendukung program PTM mengingat hasil negatif yang ditimbulkan pengamalan PJJ.

Namun, pelaksanaan itu tidak bisa dikerjakan saat tingkat penyebaran virus corona masih tinggi, katanya.

“Ini bagaimana logikanya sungguh? Pada saat kasus kita hariannya masih 6. 000 bahkan hingga 10. 000, mau sekolah, logikanya dalam mana? Ini kan artinya positivity rate , tingkat penularannya sedang tinggi, ” kata Yunis.

Menurut Yunis, sebelum mengizinkan sekolah dibuka, negeri harus terlebih dahulu menghalangi jaring penyebaran Covid-19, secara cara meningkatkan tes, penelaahan kontak, serta pembatasan sosial.

“Guru divaksin itu tidak lantas aman, Sinovac itu efikasinya 65, 3%, artinya 34, 7% pengasuh masih bisa terinfeksi, makin muridnya yang tidak divaksin.

Potensi penularan berangkat dari rumah, di perjalanan, di dalam sekolah, kembali sekolah, ” kata Yunis.

“Di China yang sudah hijau, positivity rate di bawah 5%, melakukan protokol ketat dan garib, saja masih bocor, makin kemungkinan di Indonesia, ” katanya.

Lantas barang apa solusinya? Menurut Yunis, sepadan daerah bisa melaksanakan PTM jika tingkat infeksi harian berada di bawah 5% dan masuk dalam zona hijau – penularan Covid rendah.

“Kalau 5% hingga 10% itu sedangkan, bisa PTM tapi dengan syarat protokol kesehatan erat seperti semua harus diswab atau antigen untuk memitigasi resiko. Sanitasi baik, thermo gun , dan hand sanitizer .

“Tapi kalau di arah 10% itu tinggi, tidak boleh PTM. Lalu, bani diberikan vaksin Pfizer yang bisa untuk usia enam tahun ke atas. Sayang anaknya kalau harus sekolah tapi belum diimuniasi, ” ujarnya.

Jangan datang sekolah jadi klaster Covid-19

Sumber gambar, ANTARA FOTO/MUHAMMAD RUPAWAN KHOIRUNAS

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Nusantara, Ubaid Matraji, mendukung PTM Juli mendatang.

“Karena PJJ membuka fakta kalau kualitas murid menjadi meluncur, kekerasan pada anak meningkat, paparan terhadap gadget meningkat dari kecanduan hingga tepat sakit jiwa, ” prawacana Ubaid.

Namun, pelaksanaan PTM harus dilakukan secara persiapan matang dan pengoperasian protokol kesehatan yang selektif.

“Juli itu pendek lagi, tapi masih banyak sekolah yang sarana prasarananya belum siap, seperti sanitasinya buruk. Pemantauan kami, kepala dari tiga toilet sekolah itu tidak layak. Morat-marit tempat cuci tangan tidak ada, ” kata Ubaid.

Kemudian, hingga zaman ini, masih banyak gaya pendidik yang belum divaksin, kata Ubaid.

“Sekolah juga masih ada dengan belum melakukan pemetaan anak dan guru seperti susunan dimana, bagaimana ke sekolah, pernah bertemu dengan kejadian positif, peta itu kudu dilakukan jangan sampai sekolah jadi klaster Covid-19, ” kata Ubaid.

Pemerintah harus memberikan alokasi dana operasional kepada sekolah buat mempersiapkan hal tersebut.

“Dampak positif PTM tersebut, kualitas bisa baik, angka kekerasan anak tidak ada lagi, pembelajaran berjalan efektif. Tapi negatifnya jika tak dipersiapkan matang, akan tersedia klaster baru di madrasah, ” katanya.

Target Juli PTM terlaksana

Sumber gambar, Antara Foto/Hafidz Mubarak A

Presiden Joko Widodo berharap pelaksanaan vaksin pada para tenaga pendidik siap dengan cepat sehingga PTM dapat dilakukan di kausa ajaran baru, Juli mendatang.

“Sehingga di kamar Juli saat mulai pedoman baru semuanya bisa berjalan normal kembali, saya kira targetnya itu, ” ujar Jokowi saat meninjau vaksinasi di SMA Negeri 70 Jakarta, Rabu (24/02).

Senada dengan itu, Gajah Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menargetkan vaksinasi kepada 5, 5 juta pengajar selesai pada akhir Juni.

“Setelah mayoritas pendidik serta tenaga kependidikan divaksin ukuran kedua dan selambatnya tahun ajaran baru, maka dasar pendidikan diwajibkan memberikan alternatif layanan pembelajaran tatap muka secara terbatas, ” kata Nadiem dalam Rapat Kegiatan dengan Komisi X DPR, Kamis (18/03).

Bersandarkan data hingga November tahun lalu, lebih dari 500 ribu satuan pendidikan dengan telah mengajukan izin melayani PTM.

Alasan PTM dilakukan

Sumber gambar, ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA

Nadiem menjelaskan alasan dilakukannya PTM di Juli mendatang. Pertama, Covid-19 memiliki resiko yang lebih tinggi menginfeksi tenaga pendidikan, sementara infeksi pada bujang umumnya tidak bergejala.

Kedua, resiko transmisi Covid-19 lebih besar saat bujang di beraktivitas di luar sekolah, bukan saat PTM di dalam kelas.

Ketiga, Nadiem menyoroti perkembangan pendidikan Indonesia yang tertinggal jauh dengan negara lain yang terdampak Covid-19 juga.

“Kita lihat statistik yang cukup mengkhawatirkan saya. Dari semua 23 negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik, Bapak, Pokok, kita, adalah 85% dibanding semua negara tersebut sudah buka sekolahnya. Kita sederhana. Kita dalam 15% sebab negara itu yang sedang melakukan cuma partially open .

Tapi kenyataan kalau 15% bukan partially open, akan tetapi kebanyakan tertutup. Jadinya ini adalah suatu hal yang, keputusan kita adalah kita mau ketinggalan seberapa jauh dari negara lain. Ini di Asia ya, ” kata Nadiem.

Nadiem mempertontonkan Amerika Serikat yang mempunyai tingkat penularan Covid dengan lebih parah telah menggelar 40% sekolahnya untuk PTM.

“Jadi ini benar-benar keputusan kita sebagai pembuat kecendekiaan dan keputusan pemerintah dan semua instansi yang ingat ke anak-anak kita kalau kita harus secepat jadi mengembalikan anak untuk melayani tatap muka, ” ujarnya.