Covid di India: Menjawab perkara pembaca BBC soal gelombang kedua dan penanganan pandemi

3 jam yang semrawut

Sumber gambar, Reuters

India menyimpan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di dunia selama tujuh hari terakhir. Sejumlah pakar meyakini angka kematian dengan sesungguhnya lebih tinggi sebab angka versi pemerintah India.

Banyak pembaca BBC yang mengirimkan pertanyaan menghantam situasi terkini di India. Untuk menjawabnya, kami bertanya kepada para koresponden BBC maupun pakar di India.

Mengapa gelombang ke-2 di India begitu payah?

Dr Om Srivastava, konsultan dan profesor di bidang penyakit menular dari Mumbai menjawab:

Awak sangat berhati-hati ketika aliran pertama terjadi. Kisah permukiman kumuh Dharavi di Mumbai adalah contoh bagus bagaimana penularan bisa dihambat jadi menjadi model yang ditiru di berbagai wilayah di dunia.

Namun, seiring waktu, kira-kira sejak November tahun lalu, saya menjadi sedikit lengah. Ana berpikir virus itu telah keluar dari kehidupan kita.

Baca juga:

Pola pikir semacam tersebut membuat kami tidak membela protokol kesehatan sebagaimana mestinya. Ditambah ada serangkaian rencana yang tidak menerapkan protokol kesehatan—kampanye pemilu dan ritus Kumbh Mela. Situasi tersebut belakangan mencelakai kami.

Sumber gambar, Reuters

Kemudian ada beberapa alasan lain. Jika Anda memperhatikan kenangan, gelombang kedua [pandemi] selalu lebih agresif dan lebih banyak kasusnya ketimbang gelombang pertama.

Ketika itu terjadi, tersedia dua hal yang membebani masyarakat. Pertama, merasa menetapkan ke rumah sakit beserta mendapatkan oksigen sehingga mereka merasa sedikit aman. Kedua, kecemasan saat tidak mendapatkan ranjang.

Terlepas kalau sebagian besar khalayak menetapkan atau tidak perlu dibawa ke rumah sakit, tersebut hal utama yang dirasakan masyarakat karena berpikir bahwa rumah sakit adalah wadah paling aman.

Apakah India punya infrastruktur medis yang cukup bagi penduduknya?

Yogita Limaye, koresponden BBC India, menjawab:

Pada 2018, India menghabiskan satu, 28% dari Produk Pribumi Brutonya untuk layanan kesehatan. Amerika Serikat, jika dibandingkan, membelanjakan 17% dari PDBnya.

Berdasarkan catatan pemerintah India pada 2019-2020, satu sinse melayani 1. 456 karakter di negara tersebut.

Kurangnya alokasi di sektor layanan kesehatan masyarakat adalah masalah lama. Pemerintah berganti, tapi kesehatan belum kunjung menjadi prioritas.

Di kota mungil dan pedesaaan, situasinya membatalkan. Rumah sakit kerap tidak punya peralatan dan pekerja yang memadai. Di sebanyak India, masyarakat harus berjalan berkilometer-kilometer untuk mendapatkan servis medis.

Sumber gambar, Reuters

Bagaimana pemerintah India mengikhtiarkan krisis ini?

Yogita Limaye, koresponden BBC India, menjawab:

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan kalau dirinya menggelar tiga rapat pada Selasa (27/04) untuk membahas peningkatan kapasitas oksigen dan infrastruktur kesehatan. Gerobak dan pesawat militer dikerahkan untuk mempercepat transportasi sediaan oksigen.

Namun di lapangan, bantuan belum menjangkau orang-orang yang sangat memerlukan.

Pada Delhi, ada nomor-nomor kontak untuk meladeni orang-orang yang menanyakan ranjang rumah kecil. Kenyataannya, hampir mustahil mendapatkan ranjang rumah sakit sebab fasilitas kesehatan sudah benar kewalahan.

Baca juga:

Orang-orang begitu berang. Ketika kami menemui para keluarga pasien Covid, mereka bertanya: “Ke mana negeri? Apa yang mereka lakukan? ”

Banyak yang bertanya mengapa militer dan awak tanggap darurat belum pula mendirikan rumah sakit lapangan dengan anggaran militer.

Klub menangkap kesan bahwa itu ditelantarkan dan dibiarkan menyelenggarakan diri masing-masing.

Sumber tulisan, Reuters

Mengapa India tak menerapkan metode produksi oksigen seperti di beberapa wadah di Afrika?

Dr Om Srivastava, konsultan serta profesor di bidang aib menular dari Mumbai menanggapi:

Kita cenderung mengira bahwa kebutuhan oksigen dipasok dengan cara begini: dua atau tiga liter oksigen disalurkan melalui selang fotosintesis ke hidung.

Nyatanya, di Unit Perawatan Intensif tidak demikian. Di tempat itu, para tenaga kesehatan memerlukan selang pernapasan yang bisa mengalirkan oksigen secara segera. Adapun oksigen yang dipakai antara 10 hingga 40 liter.

Di panti sakit yang dijadikan vila sakit khusus pasien Covid, total konsumsi oksigen jauh melampaui yang Anda taksir.

Meminta oksigen lebih banyak untuk pasien saat ini atau pasien dengan akan datang adalah sikap jitu—namun proses ini menetapkan waktu, terlepas dari jalan produksi oksigen.

Ketika situasinya sudah genting seperti sekarang dan kebutuhan oksigen betul besar, akan ada disparitas antara yang tersedia & yang bisa diantarkan. Oksigen adalah sesuatu yang harus dicermati, dikalkulasi, dan disiapkan—sebagaimana sumber daya lainnya. Seluruh hal itu harus dilakukan pada waktu tertentu jadi rumah sakit bisa menyediakan semua kebutuhan pasien.

Jalan banyak menyoroti kekurangan oksigen pada saat banyak situasi lainnya juga diperlukan, laksana perawat, pembersih bangsal, tabib, dan tenaga kesehatan. Beta melihat ini tidak cuma di rumah sakit, akan tetapi juga di pusat layanan komunitas dan pusat penyedia layanan kesehatan utama.

Sumber gambar, Reuters

Seberapa jauh kemampuan India untuk memvaksinasi warganya?

Yogita Limaye, koresponden BBC India, menyambut:

India telah memasukkan kurang dari 150 juta dosis vaksin. Sebagian orang sudah mendapat dua dosis, namun banyak yang divaksinasi sejauh ini baru menerima satu dosis.

Populasi India mencapai 1, 3 miliar jiwa. Sehingga diperlukan ratusan juta dosus vaksin untuk menjangkau populasi dalam jumlah signifikan.

Baca juga:

Sekitar ini vaksin tersedia bagi mereka yang berusia dalam atas 45 tahun. Berangkat 1 Mei, vaksin itu tersedia untuk semua warga di atas usia 18 tahun.

Namun belum jelas cadangan vaksin barang apa yang dimiliki India masa ini dan seberapa segera negara itu memvaksinasi rakyatnya.

Sumber gambar, Getty Images

Apa imbas politik untuk pemerintahan Modi atas penanganan krisis ini?

Vikas Pandey, editor urusan India di situs BBC News menjawab:

Terlalu dini untuk menilai imbas politik bagi pemerintahan Modi ataupun pemerintahan negara bagian. Tetapi satu yang jelas adalah ada banyak kemarahan anak buah atas gelombang kedua yang melanda kota-kota kecil serta desa-desa.

Seruan warga untuk meminta bantuan tidak cuma datang dari Delhi dan Mumbai, tapi juga kawasan pelosok seperti di Uttar Pradesh, West Bengal, Madhya Pradesh, dan Rajasthan.

Tersedia banyak kemarahan warga terhadap para politikus dan bentuk pemerintahan, termasuk para birokrat, pejabat negara, dan penguasa kesehatan.

Apakah varian Covid-19 di India dan Inggris berbeda, dan mengapa banyak yang meninggal dengan lekas?

James Gallagher, juru BBC bidang kesehatan dan sains menjawab:

Satu alasan mengapa banyak karakter meninggal di India adalah jumlah kasus Covid-19 pada sana melampaui kemampuan sebesar rumah sakit untuk merawat pasien.

Covid mematikan makin dengan layanan kesehatan terkemuka. Namun, ketika tidak ada cukup dokter dan pasokan oksigen, maka orang-orang yang bisa selamat jika ditangani, akan meninggal.

Varian mungkin punya peranan, tetapi detilnya relatif sedikit.

Varian B117 (yang pertama kali dideteksi di Inggris) berpunya menyebar dengan cepat & kini varian itu tersedia di India.

Ada pula varian baru (B1617) yang pertama kali dideteksi di India pada Oktober 2020 lalu. Namun, bagaimana penyebarannya dan seberapa tinggi peranannya dalam kenaikan kasus, masih diselidiki.

Diproduksi oleh Georgina Rannard, Dhruti Shah, dan Kris Bramwell