Gerombolan Garda Nasional telantar usai pengukuhan presiden AS picu kemarahan anggota parlemen, Biden minta maaf

pasukan-garda-nasional-telantar-usai-pelantikan-presiden-as-picu-kemarahan-anggota-parlemen-biden-minta-maaf-7

23 Januari 2021, 16: 17 WIB

Presiden AS Joe Biden meminta maaf setelah sejumlah anggota Penjaga Nasional yang ditugaskan menjaga gedung Capitol tampak telantar ketika beristirahat di sebuah tempat parkir.

Lebih dari 25. 000 anggota Garda Nasional dikerahkan ke Washington untuk berjaga dalam upacara pelantikannya pada Rabu (20/01) setelah aksi kekerasaan yang terjadi di gedung Capitol yang tak jauh daripada Gedung Putih, awal bulan itu.

Foto-foto yang beredar Kamis (21/01) menunjukkan mereka terpaksa beristirahat dalam sebuah tempat parkir setelah para-para anggota parlemen kembali bertugas pada tempatnya bekerja di Capitol.

Kondisi itu memicu kemarahan dari sejumlah politisi, dan beberapa gubernur negara bagian menarik pasukan menyusul kontroversi itu.

Biden memanggil besar Garda Nasional pada Jumat (22/01). Ia menyampaikan permintaan maaf serta menawarkan bantuan, menurut laporan jalan AS.

Ibu negara Jill Biden juga mengunjungi para anggota Garda Nasional untuk berterima kasih secara pribadi dan memberi mereka biskuit yang dibawanya dari Gedung Putih.

“Saya cuma ingin datang hari ini buat mengucapkan terima kasih kepada Kamu semua karena telah menjaga kami dan keluarga saya agar damai, ” katanya.

Foto-foto yang menunjukkan ratusan tentara di garasi parkir menjelma viral pada hari Kamis serta memicu kemarahan, termasuk dari bagian Kongres.

Beberapa dari mereka menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi para rombongan Garda Nasional. Sebagian dari mereka disebut terpapar asap mobil serta tanpa akses yang layak ke fasilitas seperti toilet setelah bersiaga selama berhari-hari.

Ada laporan yang saling bertentangan tentang mengapa pasukan tersebut dipindahkan dari Capitol, tetapi kaum mengatakan kepada media AS bahwa perintah itu datang pada Kamis sore tanpa penjelasan.

Foto-foto kondisi sesak itu juga memicu kekhawatiran mengenai penyebaran virus corona di kalangan Garda Nasional.

Seorang pejabat AS, yang enggan disebut namanya berkata pada kantor berita Reuters , bahwa pada Jumat jarang 100-200 orang di antara itu yang dikerahkan dinyatakan positif Covid-19. Angka tersebut belum dikonfirmasi dengan resmi.

Setelah gambar dari tempat parkir mobil lahir, anggota Kongres menyuarakan kemarahan mereka secara online dan beberapa menawarkan kantor mereka sebagai tempat buat beristirahat.

Chuck Schumer, politisi Partai Demokrat dan pemimpin mayoritas Senat yang baru, mengatakan bahwa langkah tersebut “keterlaluan” dan berjanji hal tersebut “tidak akan pernah terjadi lagi”.

Cagak siur pemindahan pasukan

Ada laporan yang saling bertentangan tentang kok pasukan itu dipindahkan dari Capitol.

Seorang juru bicara Garda Nasional mengucapkan kepada media AS bahwa mereka dipindahkan pada Kamis sore akan permintaan Kepolisian Capitol karena “peningkatan lalu lintas pejalan kaki” masa anggota Kongres kembali bersidang.

Pejabat besar Kepolisian Capitol, Yogananda Pittman, kemudian mengatakan bahwa lembaganya “tidak menginstruksikan Garda Nasional untuk mengosongkan fasilitas Gedung Capitol”, sementara dua karakter petugas membantah pernyataannya dalam ucapan kepada kantor berita Associated Press.

Keputusan itu dilaporkan dibatalkan pada Kamis malam serta mereka diizinkan kembali ke Capitol.

Maklumat bersama dari Pengawal Nasional GANDAR dan Polisi Capitol AS pada hari Jumat mengatakan mereka telah bekerja sama untuk memastikan anggota Garda Nasional yang berada di kompleks Capitol memiliki “ruang dengan layak” untuk beristirahat saat bekerja.

Itu juga mengatakan pasukan yang tidak bertugas ditempatkan di kamar hotel atau akomodasi lain dan berterima kasih kepada anggota Kongres untuk perhatian mereka.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Ron DeSantis, gubernur Florida, termasuk di antara mereka yang mengatakan bahwa dia telah memerintahkan anggota Garda Nasional dari negara bagiannya untuk kembali setelah kontroversi tersebut.

“Ini adalah urusan yang setengah-setengah dan hal dengan tepat adalah membawa mereka pulang, ” katanya kepada Fox New s , Jumat.

Komite Aturan Senat selalu sedang menyelidiki masalah ini, logat Senator Roy Blunt kepada Politico.