Isyarat alam: Belut listrik di Amazon ‘menyetrum’ mangsa dengan cara mengeroyok

fenomena-alam-belut-listrik-di-amazon-menyetrum-mangsa-dengan-cara-mengeroyok-8
  • Victoria Gill
  • Koresponden BBC News bidang sains

16 Januari 2021, 12: 11 WIB

Sudah 200 tahun berlalu sejak belut listrik menginspirasi penemuan baterai, namun baru diketahui sekarang kalau hewan itu bisa berkoordinasi satu sama lain untuk “menyetrum” target.

Para peneliti mendapatkan fakta itu saat melakukan kajian di provinsi Amazon. Mereka merekam kejadian masa sejumlah belut listrik berkumpul mengeroyok mangsa, kemudian menyengatnya dengan setrum secara serempak.

Temuan tersebut telah dimuat jurnal ilmiah, Ecology and Evolution .

“Itu benar-benar luar biasa. Selama tersebut kami mengira mereka adalah hewan yang hidup menyendiri, ” sirih salah seorang peneliti, Carlos David de Santana.

Douglas Bastos, dari Pusat Riset Nasional Amazon di Manaus, Brasil, merekam tabiat para belut listrik ketika itu mengeroyok ikan kecil, yang disebut tetra. Ikan tersebut melayang ke atas permukaan air, lalu tiba-tiba tak bergerak lagi saat mendalam ke air.

Dr de Santana, yang bekerja untuk Museum Cerita Alam Smithsonian di Washington DC, Amerika Serikat, terpukau ketika tempat melihat kejadian itu.

“Sewaktu kanak-kanak, saya mengunjungi kakek-nenek di Amazon dan menyatukan air di sungai. Saya telah mempelajari ikan listrik selama 20 tahun di kawasan itu, namun seumur hidup saya belum pernah melihat begitu banyak belut elektrik berkumpul, ” paparnya kepada BBC.

Ekspedisi Dr de Santana ke medan terpencil Amazon telah mengungkap 85 spesies baru ikan listrik.

Daripada ketiga spesies tersebut, fokus temuan mereka adalah spesies paling kuat—belut listrik Volta. Hewan itu bisa menghasilkan sengatan listrik bertegangan 860 volt—setruman terkuat yang dihasilkan hewan di dunia dan hampir empat kali lebih besar dari voltase listrik rumahan di Indonesia.

Satwa itu bisa bertumbuh hingga mencapai panjang dua meter dan hubungan kekerabatannya lebih dekat ke ikan lele ketimbang belut.

Belut listrik Volta ini punya bagian tubuh listrik yang terbuat daripada ribuan sel elektrolit. Sel-sel tersebut tersusun rapi seperti baterai. Ketika dipicu, sel-sel tersebu menghasilkan aliran listrik yang mengalir secara sedikit pada tubuh belut.

“Hewan-hewan ini istimewa. Mereka menggunakan sengatan listrik bervoltase tinggi untuk berburu dan saat ini [tampaknya] mereka juga bisa berburu secara berkelompok, ” kata Dr de Santana.

“Jika Anda melihat seluruh makhluk vertebrata, ada seitar 65. 000 spesies dan kurang dari 100 antara lain berburu secara berkelompok. ”

‘Baterai biologis’ yang dimiliki belut telah menginspirasi penemuan sumber energi bagi peranti implan medis, semacam pemacu detak jantung.

Temuan dalam Amazon, kata Dr de Santana, memperlihatkan betapa banyaknya yang harus dipelajari—tidak hanya terhadap spesies ini, tapi juga tentang Amazon dan keanekaragaman hayatinya.

“Habitat dan ekosistem belut listrik berada dalam tekanan kuat dari perubahan iklim, kebakaran, dan deforestasi, ” jelasnya.

Walau penghancuran sedang berlangsung, kajian ini memberikan “contoh betapa banyaknya yang bekum kita ketahui—betapa banyaknya organisme yang tambo hidupnya belum kita pahami. ”