Kudeta Myanmar: Kemlu RI mengatakan Menlu Retno Marsudi ‘membuka opsi’ ke Myanmar untuk cari solusi, akan tetapi ‘bukan saat ini’

kudeta-myanmar-kemlu-ri-mengatakan-menlu-retno-marsudi-membuka-opsi-ke-myanmar-untuk-cari-solusi-tapi-bukan-saat-ini-6
24 Februari 2021, 08: 07 WIB

Diperbarui 58 menit dengan lalu

Departemen Luar Negeri RI mengatakan bahwa Menlu Retno Marsudi membuka alternatif melakukan kunjungan ke Myanmar buat mencari solusi di tingkat ASEAN. Namun, perkembangan di Myanmar zaman ini tidak memungkinkan untuk melaksanakan kunjungan tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Teuku Faizasyah, demi juru bicara Kemlu RI, pada pernyataan kepada media secara daring (online) pada Rabu (24/02), setelah sebelumnya membantah laporan bahwa Menlu Retno Marsudi akan berkunjung ke Myanmar pada Kamis (25/02) pagi waktu setempat.

“Menlu RI membuka preferensi melakukan kunjungan di Nay Pyi Taw untuk mencari solusi dalam tingkat kawasan, dalam hal tersebut ASEAN. Rencana ini disusun secara terus mempertimbangkan perkembangan situasi di Myanmar, ” kata Juru Kata Kemlu RI, Teuku Faizasyah, di jumpa pers virtual pada Rabu (24/02).

“Dengan melihat berbagai kelanjutan yang ada saat ini, dan setelah berkonsultasi dengan sejumlah negara ASEAN lainnya, saat ini bukan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan kunjungan ke Myanmar, ” tambahnya.

Teuku Faizasyah menekankan bahwa Indonesia terus berkomitmen untuk berkontribusi dan berkomunikasi dengan semua pihak di Myanmar, serta melakukan konsultasi dengan negara ASEAN lainnya mengenai setiap perkembangan yang ada.

Baca juga:

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri RI membantah masukan yang menyebutkan Menteri Luar Kampung Retno Marsudi akan berkunjung ke Myanmar pada Kamis (25/02) periode setempat.

Dalam keterangannya kepada BBC News Indonesia, Teuku Faizasyah selaku pakar bicara Kemlu RI mengatakan

“Ibu Menlu memang fokus ke Thailand saat ini, terlebih lagi perjalanan pada saat pandemi memang tidak mudah-mudahan, banyak keterbatasan”.

Ketika ditanya apakah Menlu Retno Marsudi bertolak ke Myanmar setelah dari Thailand, Teuku Faizasyah menjawab:

“Saya tidak ada info, lawatan di Thailand saja masih kudu menjalani protokol kesehatan yang ketat sebelum pertemuan. ”

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Reuters , Menlu Retno Marsudi akan berkunjung ke Myanmar pada Kamis (25/02).

Laporan itu didasarkan pada surat Kementerian Transportasi Myanmar yang menyebutkan Menlu RI Retno Marsudi akan tiba dalam ibu kota Myanmar, Nay Pyi Taw, pada Kamis pagi memukul 08: 10 waktu setempat. Retno kemudian akan bertolak pada 11: 50 waktu setempat.

Seorang pejabat Myanmar mengonfirmasi bahwa surat itu benar benar dikeluarkan Kementerian Transportasi Myanmar.

Posisi Indonesia soal Myanmar

Sebelumnya, Kemlu RI juga membantah laporan yang menyebutkan Indonesia mendukung pemilihan umum baru di Myanmar setelah kudeta yang berlangsung pada 1 Februari lalu.

“Posisi Indonesia tidak berubah, tidak ada suatu pergeseran posisi apa pun. Saya tidak tahu apa yang dikutip media, tetapi sekitar yang saya tahu tidak ada proposal seperti itu dari Kemlu RI, ” kata Juru Bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, pada jumpa pers virtual pada Selasa (23/02).

Menlu Retno Marsudi, menurut Faizasyah, masih terus mengumpulkan masukan & perspektif negara ASEAN lain terpaut solusi untuk Myanmar.

“Saat ini Menlu RI masih berkonsultasi dan mengerahkan perspektif dan masukan dengan Menlu ASEAN lainnya, setelah itu dialog itu akan berkembang menjadi informasi kebijakan yang akan didiskusikan pada rapat khusus ASEAN (soal Myanmar), ” kata Faizasyah.

Pernyataan itu diutarakan Faizasyah buat membantah laporan kantor berita Reuters yang menyebut bahwa Indonesia tengah mengaduk-aduk dorongan negara ASEAN lainnya untuk mendukung Myanmar melakukan pemilihan umum ulang pascakudeta.

Laporan itu memicu tuduhan dan kritik dari banyak bagian, terutama warga Myanmar di media sosial.

Sekelompok warga juga dilaporkan berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar buat memprotes sikap Indonesia yang diduga mendukung pemilihan umum ulang yang diserukan militer negara tersebut.

Juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, mengucapkan: “Terlalu banyak spekulasi di medsos”.