NASA sukses daratkan wahana penjelajah Perseverance di Planet Mars untuk cari bukti kehidupan

nasa-sukses-daratkan-wahana-penjelajah-perseverance-di-planet-mars-untuk-cari-bukti-kehidupan-5

2 jam yang berarakan

Ada robot baru dalam permukaan Planet Mars.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sukses mendaratkan wahana penjelajahnya, Perseverance, ke kawah dekat garis khatulistiwa planet tersebut.

Kawah selebar 45 kilometer tersebut dinamai Jezero, seperti sebuah praja di Bosnia-Herzegovina. Dalam beberapa bahasa Slavia, jezero juga berarti ‘danau’.

Para-para ilmuwan di pusat kendali NASA di California bersorak kegirangan masa Perseverance dipastikan mendarat.

Wahana penjelajah beroda enam itu kini akan menghabiskan setidaknya dua tahun mengebor bebatuan di planet Mars, mencari bukti kehidupan masa semrawut.

Jezero diperkirakan menampung danau raksasa miliaran tahun lalu. Dan, jika tersedia air, ada pula kemungkinan sudah terdapat kehidupan.

Untuk memutar gambar ini, aktifkan JavaScript atau jika di mesin pencari lain

Sinyal dengan memberi tanda kepada pusat lagam bahwa Perseverance mendarat dalam suasana aman, muncul 20: 55 GMT atau pukul 03: 55 pagi buta WIB, Jumat (19/02).

Jika ini tidak masa pandemi, mereka akan berpelukan dan berjabat tangan seperti yang terjadi di masa lalu. Namun, karena dibatasi protokol kesehatan, para ilmuwan dipisahkan dengan kaca terang. Tos menggunakan kepalan tangan merupakan aksi paling jauh yang diperbolehkan.

Bagaimanapun, kegembiraan jelas terlihat. Tepuk lengah terus berlanjut tatkala dua memotret pertama muncul di layar dengan diabadikan kamera wahana penjelajah.

Analisis pascapendaratan mengindikasikan Perseverance mendarat sekitar 2km arah tenggara dari delta di Jezero yang hendak diselidiki.

“Kami berada di titik datar yang bagus. Wahana itu hanya miring sekitar 1, dua derajat, ” kata Allen Chen, pimpinan tim pendaratan.

“Kami lulus menemukan tempat parkir dan kendaraan dalam keadaan aman. Saya betul bangga pada tim saya karena mampu melakukannya, ” imbuh Chen.

Steve Jurczyk, pelaksana tugas pemmpin NASA, memuji pencapaian itu. “Tim yang luar biasa, bekerja menembus segala rintangan dan tantangan dalam mendaratkan wahana penjelajah di Mars, ditambah tantangan Covid. Pencapaian menakjubkan, ” ujarnya.

Melakukan pendaratan di Mars bukan perkara mungkin, dan meskipun NASA ahli dalam jal itu, semua orang dalam dalam tim Perseverance berbicara secara nada hati-hati. Wahana seberat kepala ton ini adalah wahana kedua yang didaratkan di Mars sebab NASA.

Wahana pertama adalah Curiosity yang mendarat di kawah berbeda di dalam 2012. Saat itu Curiosity menilai beragam teknologi, termasuk perangkat bertenaga roket, yang kini dipakai Perseverance.

Perseverance akan mengambil sampel di pokok delta dan bergerak menuju tepian kawah. Di tempat itulah sejumlah satelit mendeteksi bebatuan karbonat. Dalam Bumi, materi semacam itu benar baik menampung aktivitas biologi.

Perseverance pula dilengkapi beragam instrumen yang mau dipakai para ilmuwan di Bumi untuk meneliti materi di Planet Mars hingga ke taraf mikroskopis.