‘Pembunuh Twitter’ dari Jepang divonis hukuman mati

'Pembunuh Twitter' dari Jepang divonis hukuman mati

Seorang pria Jepang yang melenyapkan sembilan orang setelah menghubungi mereka melalui Twitter dijatuhi hukuman hancur. Kasus pembunuhan ini sempat mengherankan negara tersebut.

Takahiro Shiraishi, yang dijuluki “pembunuh Twitter”, ditahan di 2017 setelah bagian-bagian tubuh bani adam ditemukan di flatnya.

Dia mengaku bersalah atas kejahatan itu pada Oktober, berkata bahwa tuduhan yang diarahkan padanya “semuanya benar”.

Delapan korbannya merupakan perempuan, salah satunya berusia 15 tahun.

Sebelumnya, pengacara Shiraishi berkata bahwa tuntutan hukuman untuk kliennya seharusnya dikurangi, mengklaim kalau korban-korbannya memiliki keinginan untuk bunuh diri dan telah memberikan pengesahan untuk dibunuh.

Pria 30 tarikh ini membujuk para korban, mengutarakan bahwa ia dapat membantu mereka mati dan dalam beberapa kasus bahkan mengatakan akan turut pati padam diri bersama mereka.

Belakangan Shiraishi membantah versi kejadian yang dikemukakan tim pembelanya sendiri dan mengutarakan bahwa dia membunuh tanpa persetujuan mereka.

Pada Selasa (15/12), hakim yang memutus perkara ini juga berceloteh bahwa “tidak ada korban yang setuju untuk dibunuh”.

“Terdakwa terbukti bertanggung jawab penuh, ” kata Naokuni Yano, seperti dilaporkan surat informasi The Strait Times.

Jika Anda, sahabat, atau kerabat memiliki kesukaan bunuh diri, segera hubungi tabib kesehatan jiwa di Puskesmas, Sendi Sakit terdekat, atau Halo Kemenkes dengan nomor telepon 1500567.

Anda juga dapat mencari informasi mengenai depresi dan kesehatan spirit dengan mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan seperti LSM Into The Light mencuaikan intothelightid. org dan Yayasan Reda pada laman yayasanpulih. org.