Penembakan brutal di Atlanta: identiitas korban, termasuk para hawa keturunan Asia terungkap, sapa saja mereka?

penembakan-brutal-di-atlanta-identiitas-korban-termasuk-para-perempuan-keturunan-asia-terungkap-siapa-saja-mereka-14
17 Maret 2021

Diperbarui 4 jam dengan lalu

Untuk memutar video itu, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari asing

Pihak berwenang dan media setempat dalam negara bagian Georgia, AS, mulai mengidentifikasi delapan objek penembakan brutal pada Selasa malam (16/3) di panti pijat dan spa Praja Atlanta.

Sejauh ini baru empat korban mati yang diumumkan pihak berkuasa AS. Diplomat Korea Selatan di AS menyebut empat dari delapan korban ialah keturunan Korea.

Ini profil para korban yang baru diketahui.

Delaina Ashley Yaun, 33 tarikh

Yaun dan suaminya berangkat ke Young’s Asian Massage untuk layanan pijat pasangan, menurut suatu laman pengukuhan dana yang dibuat buat membantu membiayai jasa pemakaman.

Suaminya, yang saat serangan itu terjadi berada di ruangan lain, tidak terluka. Pasangan itu baru saja menikah.

Seorang teman objek kepada stasiun WXIA-TV melahirkan bahwa korban adalah pribadi yang ramah, “seolah memiliki cahaya di sekelilingnya dengan menarik Anda masuk. ”

Keluarga korban kepada media lokal mengaku bahwa pasangan itu punya dua budak – seorang remaja laki-laki dan perempuan yang masih bayi berusia 8 kamar.

Xiaojie Tan, 49

Dia memiliki dua jalan, termasuk Young’s Asian Spa yang menjadi lokasi mula-mula penembakan, ungkap data negeri kota Atlanta. Tan juga dikenal sebagai pemilik cara panti pijat Wang’s Feet and Body Massage di Kota Kennesaw, Georgia.

Menurut NBC News, dia pun berlisensi sebagai ulung terapi pijat. Dia beremigrasi dari China beberapa tarikh lalu dan putrinya belum lama lulus dari kuliah, ungkap teman korban kepada USA Today.

“Almarhumah merupakan orang yang paling ramah dengan ditemui, ” ujarnya.

Sumber gambar, Getty Images

Daoyou Feng, 44

Kurang yang diketahui soal Feng. Dia baru bekerja buat Xiaojie Tan di Young’s Massage beberapa bulan berarakan, ungkap seorang pelanggan pada The New York Times.

Namun, tidak diketahui alamat rumahnya. Namanya mendekati dengan nama kebanyakan masyarakat China, namun informasi menghantam korban belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang.

Paul Andre Michels, 54

Kikiana Whidby kepada CBS News mengungkapkan bahwa Michels merupakan ayah baptis bagi putranya. “Saya marah, tidak jadi ini terjadi kepada karakter sebaik dia, ” ujar perempuan itu.

Dia selalu mengatakan bahwa Michels sedangkan tidak punya pekerjaan langgeng, dan ketika penembakan terjadi tengah bekerja di Young’s Asian Spa di bagian pemeliharaan gedung.

Korban medium membuat rak terakhirnya di dalam hari penembakan, ungkap Whidby.

Adik korban, John Michels, kepada The Daily Beast mengatakan bahwa kakaknya sempat punya rencana aktif usaha panti pijat ataupun usaha lain.

Target pernah berdinas militer selama 1985 hingga 1989, pemilik senjata, umat Katolik, & “pendukung loyal Partai Republik. ”

Elcias R Hernandez-Ortiz, 30

Dia merupakan objek luka yang sangat payah dan kini tengah dirawat di ruang perawatan sungguh-sungguh setelah ditembak di bagian wajah, paru-paru, dan perutnya di Young’s Asian Spa, ungkap seorang relawan penggalang dana online bagi korban.

“Mohon doa bagi anak saya dan para tanggungan korban yang terdampak penembakan ini, ” ujar orang korban, Flor Gonzalez, di laman penggalangan dana.

Kepada The New York Times, dia mengungkapkan suaminya itu pindah dari Guatemala ke AS sepuluh tarikh lalu dan bekerja jadi tenaga mekanik.

Anak mereka yang masih 9 tahun bernama Yoseline, pada WGCL-TV, mengatakan bahwa objek “benar-benar seorang ayah dengan baik”.

Sumber gambar, EPA

Dakwaan pembunuhan

Pria bersenjata yang menewaskan delapan orang di panti pijat & spa di Kota Atlanta, negara bagian Georgia, Amerika Serikat, dikenai dakwaan pembunuhan.

Namun para pejabat belum dapat memastikan apakah pukulan dengan korban termasuk enam perempuan Asia itu sebab motivasi rasial. Empat target telah disebutkan identitasnya.

Tersangka, Robert Aaron Long, bertemu berbagai dakwaan berlapis pembunuhan serta penyerangan.

Sherif Cherokee, Frank Reynolds mengatakan simpulan mengklaim “kecanduan seks”.

Gempuran ini terjadi di sedang peningkatan kejahatan yang membidik warga keturunan Asia-Amerika.

Empat korban telah teridentifikasi sebagai Ashley Yaun, 33 tahun; Paul Andre Michels, 54 tahun; Xiaojie Yan, 49 tahun; dan Daoyou Feng, 44 tahun.

Sementara itu, korban lainnya, Elcias R Hernandez-Ortiz mengalami luka.

Apa yang dikatakan petugas?

Sumber gambar, Reuters

Dalam keterangan kepada media, Rabu kemarin, para penyidik mengucapkan tersangka bernama Robert Aaron Long telah mengakui perbuatannya, tapi membantah serangan tersebut bermotifkan rasial.

Long sudah ditangkap dengan tuduhan 4 pembunuhan, dan satu sedang atas penyerangan, menurut Departmen Sheriff wilayah Cherokee.

“Dia rupanya punya persoalan, barang apa yang ia rasakan jadi kecanduan seks, dan tempat tempat kejadian perkara telah menggodanya, dan dia mau menyingkirkannya, ” kata Capt. Jay Baker yang juga menambahkan, Long ditangkap beriringan barang bukti pistol 9 mm, dan tidak menyelenggarakan perlawanan.

Panti pijat ini diketahui terkadang menyediakan servis prostitusi, tapi pihak berwenang mengatakan belum ada tanda lokasi ini telah diincar sebelumnya.

Buat memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

“Ini adalah bisnis yang berjalan secara legal, dengan masih berada dalam penguasaan kami, ” kata Wali Kota Atlanta, Keisha Lance Bottoms, yang menambahkan kalau pihaknya tidak terlibat dalam “mempermalukan ataupun menyalahkan korban”.

Polisi juga mencatat sedang terlalu dini bagi pengkajian ini untuk mengungkap kesimpulan, dan tersangka melakukan laku ini seorang diri.

Bottoms mengatakan tersangka ditangkap dalam perjalanan ke Florida, prospek untuk melakukan aksi sebangun.

Tersangka cepat diidentifikasi karena ayahnya sendiri membantu bagian kepolisian.

Menurut CBS News, tersangka mengatakan kepada para-para penyidik bahwa “dia menyayangi Tuhan dan senjata”

Sekitar mana kronologi kejadian yang diketahui?

Sumber gambar, EPA

Penembakan terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 17: 00 (21: GMT) pada Young’s Asian Massage pada Acworth, wilayah Cherokee.

Dua orang tewas pada tempat kejadian dan 3 dilarikan ke rumah melempem. Tapi hanya satu yang selamat, dua lainnya menimbrung tewas, kata juru bicara kantor sheriff, Capt. Baker. Dia kemudian mengkonfirmasi para-para korban adalah dua rani Asia, seorang perempuan kulit putih dan seorang adam kulit putih, dan mengutarakan seorang Amerika Latin menjalani luka.

Kurang dari satu jam kemudian, kepolisian mendapat panggilan terhadap “perampokan yang sedang berlangsung” di Gold Spa di sebelah timur laut Atlanta. Dalam panggilan yang direkam 911, seorang perempuan memberi tahu kalau ia sedang bersembunyi sejak serangan.

“Apa Anda punya gambaran mengenai pria dengan menyerang? ” kata operator.

“Kami sedang bersembunyi zaman ini, ” jawab perempuan itu. “Mereka bersenjata api. ”

“Segera datang setuju? ” katanya.

Saat pihak berwenang tiba di spa “petugas menemukan tiga jenazah perempuan di dalam lokasi dengan luka tembak, ” kata polisi.

Era berada di sana, petugas juga mendapat panggilan menuju spa di seberang bulevar, Aromatherapy Spa. Di danau polisi juga menemukan perempuan lainnya yang tewas ditembak.

Dalam sebuah panggilan 911, seorang perempuan mengatakan pada operator bahwa dia memiliki telepon dari seorang teman yang mengatakan, ada adam yang masuk ke dalam spa dan melepaskan tembakan.

“Mereka mengatakan sejumlah pria masuk… kami mendengar letusan senjata dan seorang perempuan roboh persis di ajaran pintu, ” katanya. “Dan semua orang ketakutakn, & semua orang bersembunyi. ”

Para penyelidik yang mendalami rekaman CCTV kemudian merilis gambar seorang tersangka dalam dekat salah satu spa. Polisi mengatakan, setelah perburuan dari Woodstock, Georgia, alhasil Robert Aaron Long ditangkap di wilayah Crisp, kira-kira 150 mil (240 kilometer) di selatan Atlanta.

Pihak berwenang di Korea Daksina mereka masih mencari tahu kewarganegaraan empat perempuan keturuan Korea tersebut.

Sumber gambar, Getty Images

Sebelumnya, Delapan orang, termasuk setidaknya enam perempuan keturunan Asia, mati dalam penembakan di tiga tempat berbeda di negeri bagian Georgia, Amerika Konsorsium, Selasa (16/03) waktu setempat.

Kepolisian setempat menyebut 4 orang tewas di suatu panti pijat di Acworth, kawasan pinggiran utara Atlanta. Lainnya tewas di dua spa di Kota Atlanta.

Pemerintah Korea Selatan mengkonfirmasi bahwa empat dari target penembakan itu merupakan turunan Korea.

Para pejabat setempat menyebut seorang laki-laki berumur 21 tahun telah ditangkap dan diyakini merupakan simpulan dalam tiga serangan mematikan itu.

Hingga berita ini disusun, kepolisian belum mengumumkan motif penembakan tersebut.

Kebusukan rasial terhadap orang-orang keturunan Asia-Amerika meningkat dalam kaum bulan terakhir. Situasi itu dipicu informasi yang menyalahkan orang Asia atas penyaluran Covid-19.

Dalam pidatonya minggu lalu, Presiden AS Joe Biden mengutuk “kejahatan rasial yang kejam terhadap karakter Asia-Amerika, yang diserang, dilecehkan, disalahkan dan dikambinghitamkan. ”

Penembakan pertama di Atlanta terjadi sekitar pukul lima sore waktu setempat di Youngs Asian Massage Parlor, Acworth.

Juru bicara kepolisian setempat, Kapten Jay Baker, menyebut dua orang mati di tempat kejadian. 3 korban penembakan lain sempat dilarikan ke rumah melempem, tapi dua di antaranya tak bisa diselamatkan.

Baker mengkonfirmasi, empat korban tewas pertama adalah dua rani keturunan Asia, seorang hawa kulit putih dan utama laki-laki kulit putih.

Seorang laki-laki Hispanik merasai luka-luka akibat serangan tersebut.

Sumber gambar, EPA

Invalid dari satu jam setelah penembakan pertama, kepolisian setempat mendapat informasi tentang perampokan yang sedang berlangsung dalam Gold Spa, di timur laut Atlanta.

“Setibanya pada sana, petugas menemukan tiga perempuan yang tewas dengan luka tembak di lokasi, ” kata polisi di sebuah pernyataan.

Saat sedang berada di Gold Spa, polisi dipanggil ke spa di seberang jalan, bertanda Aromatherapy Spa. Di sana mereka menemukan satu hawa yang juga tewas ditembak.

Kepolisian setempat, sebagaimana dikutip oleh Atlanta Journal-Constitution, mengucapkan bahwa empat korban final yang mereka temukan ialah perempuan keturunan Asia.

Penyelidik yang telah mempelajari rekaman CCTV kemudian merilis gambar seorang tersangka di dekat salah satu spa.

Dalam sebuah penyergapan, kepolisian menangkap Robert Aaron Long, warga Woodstock, Georgia di kawasan sekitar 240 kilometer sisi selatan Atlanta.

Kapten Baker menyebut para pemeriksa sangat yakin bahwa pria itu adalah pelaku pada ketiga penembakan.

Pihak berwenang mengatakan masih terlalu pra dalam penyelidikan untuk pandangan apakah para korban menjadi sasaran karena ras atau etnis mereka.

Namun, gabungan advokasi Stop AAPI Hate [Asian Americans and Pacific Islanders] menyebut peristiwa itu sebagai “tragedi yang tak dapat diungkap dengan kata-kata”.

“”Saat ini ada banyak ketakutan dan rasa sakit di komunitas Asia-Amerika yang kudu diatasi, ” tulis kelompok itu lewat akun Twitter.

Ben Crump, seorang advokat hak sipil terkemuka, selalu angkat bicara di Twitter.

“Pembunuhan tragis hari itu di #Atlanta menegaskan balik perlunya kita untuk memajukan dan melindungi SEMUA minoritas yang terpinggirkan di Amerika dari rasisme, ” tulisnya.