Perselisihan All England: Skuad Nusantara diperbolehkan pulang lebih segera, tidak harus tuntaskan isolasi di Inggris

kontroversi-all-england-skuad-indonesia-diperbolehkan-pulang-lebih-cepat-tidak-harus-tuntaskan-isolasi-di-inggris-8
18 Maret 2021

Diperbarui 6 jam yang lalu

Sumber gambar, Shi Tang / GETTY IMAGES

Skuad bulutangkis Indonesia sanggup kembali lebih cepat di Senin pekan depan (22/3) dan tidak harus mengakhiri isolasi mandiri seperti yang diinstruksikan dinas kesehatan Inggris atau NHS (National Health Service) hingga 23 Maret mendatang.

Kepulangan ini terjadi setelah para-para pebulutangkis Indonesia dipaksa tertinggal dari turnamen All England 2021 menyusul keputusan pihak otoritas kesehatan Inggris (NHS) yang mengharuskan mereka menjalani isolasi sepuluh hari setelah diketahui terbang satu pesawat dengan seorang penumpang lain yang positif Covid-19, real sudah menjalani tes PCR dengan hasil negatif & para pemain sudah beradu dan maju ke ronde berikut.

Menurut tanda dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di London hari ini, skuad Indonesia dijadwalkan akan kembali pada Minggu (21/3) pukul 17. 40 waktu London dengan Turkish Airlines TK1972 dari London ke Istanbul. Setelah transit selama dua jam, penerbangan dilanjutkan dengan TK56 bahan Istanbul ke Jakarta, dan tiba pada Senin 22 Maret pukul 18. 00 WIB. Meski merasakan kegagalan yang sangat dalam usai dipaksa mundur dari kompetisi Yonex All England 2021, Ricky Soebagdja selaku direktur tim menyebutkan bahwa fokusnya saat ini sudah tak lagi pada keikutsertaan di berlaga di turnamen itu, melainkan bagaimana tim secepatnya dapat kembali ke Indonesia.

Baca selalu:

“Hari ini kami semua bakal melakukan Swab PCR untuk syarat kepulangan kami belakang, yang juga alat ulangan kit-nya diberikan oleh KBRI. Ini semua sudah mendapatkan izin baik dari NHS, maupun panitia All England. Mudah-mudahan hasil semua tim negatif [Covid], ” ujar Ricky Soebagdja selaku manajer tim Indonesia pada keterangan yang disiarkan di akun Youtube Badminton Indonesia.

Ricky juga mengungkapkan bahwa kepulangan mereka itu bisa lebih cepat, memikirkan seharusnya isolasi yang diwajibkan oleh NHS berlangsung tenggat tanggal 23 Maret kelak. “Kepulangan Tim Indonesia, Insya Allah dijadwalkan pada Minggu, 21 Maret melalui London, karena tidak ada penerbangan dari Birmingham di agenda tersebut, ” ujarnya.

Pemain ambil hikmahnya

Para-para pemain Indonesia pun mengutarakan kegembiraan bisa segera kembali, seperti yang diutarakan bintang bulutangkis Jonatan Christie. “”Iya Puji Tuhan banget kita bisa pulang sebelum waktu yang ditentukan, ” ujarnya.

Jojo sempat bertanding dan mengalahkan pebulutangkis Thailand, Kunlavut Vitidsarn pada babak perdana, dengan skor 21-13, 24-22. “Ya walaupun kita tak dapat lanjut bertanding, tetapi kita ambil hikmahnya. Pastinya kita akan lakukan yang terbaik untuk pertandingan berikutnya, ” katanya.

Sumber gambar, PBSI

Rasa syukur selalu diungkapkan Melati Daeva Oktavianti. Meski belum sempat bersaing, setidaknya tidak harus meninggalkan waktu sia-sia untuk isolasi di kamar saja. “Wah, yang pasti bersyukur banget ya kita tidak harus isolasi sampai tanggal 23 Maret, dan akhirnya bisa balik ke Indonesia tanggal 21 Maret nanti. ”

Mereka pun berterima kasih atas bantuan para pihak, termasuk kepada Duta Gembung RI untuk Inggris, Desra Percaya, dan tim Kedutaan Besar Republik Indonesia dalam London.

Ricky mengungkapkan, selain membantu untuk kepulangan tim Indonesia, pihak KBRI juga memfasilitasi tes kit untuk swab secara mandiri. Proses swab dilakukan oleh dokter PP PBSI dan pihak KBRI membawa ke laboratorium di Birmingham untuk dites PCR.

“Saya juga mau berterima beri untuk pihak KBRI di Inggris, Kemenpora, bahkan Abu Presiden juga yang sudah memperhatikan dan meminta peristiwa ini untuk ditangani secepat mungkin, termasuk kepada PBSI juga yang menanggapi dengan sangat cepat, ” ungkap Jonatan Christie.

“Saya juga mau mengucapkan dapat kasih untuk Pak Dubes yang sudah perhatian betul sama kita, ” tambahan Hendra Setiawan.

Sesuai regulasi pemerintah Indonesia setelah bepergian dari luar negeri, sesampainya di Jakarta, Tim Indonesia akan menjalani karantina semasa lima hari setelah kedatangan. Karantina akan dilakukan dalam Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat.

Guncang komunitas badminton dunia

Penyelenggara turnamen bulu tangkis All England menyatakan tim Indonesia yang dipaksa mundur dari arena pada Birmingham karena satu motor dengan orang yang tentu Covid-19, mengguncang komunitas bandminton di seluruh dunia.

Di dalam keterangan hari Jumat (19/03), direktur eksekutif Badminton England, Adrian Christy, mengatakan perihal ini di luar lagam mereka.

‘Ini bukan dengan kami perkirakan dan terang [kasus] itu telah mengguncang komunitas menyilih tangkis di seluruh negeri, ” kata Christy.

Adrian Christy juga mengatakan dirinya juga sangat terpukul dengan kasus yang menimpa tim Indonesia dan bisa memahami kekecewaan, frustrasi, dan kemurkaan jutaan para pendukung awak Indonesia.

“Kami paham betapa berartinya gelar juara All England bagi pemain dan apa arti turnamen itu bagi para pecinta setia [badminton], dan aku memahami kekecewaan, frustrasi & kemarahan yang mereka rasakan saat ini, ” prawacana Christy.

Namun, tambah Christy, dunia masih diliputi oleh pandemi Covid-19 dan pemangku turnamen bertanggung jawab buat mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah Inggris.

Panitia punya tanggung tanggungan memastikan keselamatan pemain, pembimbing, ofisial dan seluruh pekerja yang menggelar turnamen.

Selain itu, panitia serupa berkewajiban untuk memastikan kejuaraan tidak menjadi sumber penyebaran virus.

“Ini bukan kesimpulan olahraga, ini adalah respons atas situasi pandemi yang dilakukan oleh pemerintah [Inggris], para ahli dalam bidang medis dan saintis, ” kata Christy

Christy mengutip penjelasan juru kata pemerintah Inggris bahwa seluruh orang yang masuk ke Inggris harus mematuhi jalan perlindungan infeksi demi menjaga keselamatan semua orang.

Pada konteks ini, telah dilakukan tes. Hasilnya negatif & para pemain Indonesia mampu mengikuti turnamen.

Namun lahir masalah lain yaitu masa seorang penumpang di udara yang dipakai oleh tim Indonesia dinyatakan positif tersentuh Covid-19. Protokol kesehatan memandang tim Indonesia untuk melayani isolasi.

Isolasi oleh para pemain berarti mereka tidak bisa turun ke lapangan dan harus mundur daripada turnamen.

Sebelumnya, negeri Indonesia, melalui KBRI London, menuntut klarifikasi dan kejernihan kepada otoritas kesehatan Inggris.

Sebanyak 20 dari 24 delegasi Indonesia ke All England mendapat email pemberitahuan dari badan kesehatan Inggris, National Health Service (NHS), untuk melakukan isolasi selama 10 hari, berdasarkan sistem penelusuran kontak di negara itu.

Duta Besar Nusantara untuk Inggris, Desra Membenarkan, mengatakan telah meminta keterangan ke NHS.

“NHS telah respons dan mereka mengucapkan akan kembali ke kita. Tentu mereka perlu periode, ” kata Desra pada jumpa pers virtual, Kamis (18/03) sore.

Juru bicara Badminton World Federation (BWF), sebagai penyelenggara All England, mengatakan kepada BBC News Indonesia bahwa mereka “tidak berhak memutuskan apa biar dalam masalah ini” serta keputusan pemerintah Inggris untuk mewajibkan para pemain melakukan isolasi mandiri sudah “final dan tidak bisa dinegosiasikan”.

Bagaimanapun, peristiwa ini telah mengundang kemarahan warga Nusantara.

Beberapa warganet memerhatikan ketidakkonsistenan penerapan aturan isolasi dalam olahraga, bahkan datang menuduh adanya praktik segregasi.

Sumber gambar, Press Association

Apa tanggapan pemerintah Nusantara?

Dubes Indonesia untuk Inggris Desra Percaya meminta penjelasan ke NHS perihal dalil email pemberitahuan hanya dikirimkan ke sebagian anggota awak Indonesia.

Pemerintah Nusantara juga ingin tahu posisi duduk mana di motor yang diharuskan untuk isolasi.

Selain meminta klarifikasi ke NHS, Desra juga melakukan pendekatan lewat Kemlu Inggris dan Parlemen Inggris, beserta mengirim surat “bernada keras” ke Presiden BWF Poul-Erik Høyer Larsen.

Desra mengutarakan bahwa dalam pendekatannya, dia menekankan tentang pentingnya perlakuan setara dan transparansi.

Desra juga menyampaikan tiga opsi kepada pemerintah Inggris:

  • Berikan kesempatan untuk para atlet Indonesia dan tim pendukung untuk melakukan tes PCR
  • Jika ditemukan kasus pasti maka All-England sebaiknya dihentikan sementara dan semua yang terlibat diminta untuk melaksanakan isolasi mandiri, mengingat tim Indonesia berinteraksi dengan banyak orang dalam turnamen
  • Jika angka tentu yang ditemukan cukup kekar, maka All-England sebaiknya dihentikan sama sekali

Desra menyoroti penerapan susunan isolasi mandiri dalam Asosiasi Primer Inggris, contohnya kala dua pemain dan mulia staf klub Manchester City dinyatakan positif Covid-19 Januari lalu.

“Satu pemain pasti, bukan berarti timnya enggak boleh main. Hanya mulia itu yang isolasi mandiri, yang lainnya silakan berlaku, dan saya yakin dilakukan tes PCR, ” ujarnya.

Sumber gambar, Hafidz Mubarak A/Antarafoto

Di Jakarta, Kepala Umum PBSI Agung Firman mengungkapkan kekesalan dan kekecewaan dalam jumpa pers, Kamis (18/03).

Ia mengucapkan, tim Indonesia sudah menyelenggarakan semua persiapan yang diperlukan termasuk vaksinasi dan tes swab PCR kepada semesta delegasi.

“Anda bisa khayalkan betapa anehnya, kita dengan sudah divaksin tiba-tiba tidak hanya tidak boleh menimbrung bertanding, kita kemudian serupa diminta untuk dilakukan isolasi sepuluh hari, ” ungkapnya dengan nada tinggi.

Luhur mempersoalkan keputusan bahwa awak Indonesia harus mundur daripada kompetisi, padahal semuanya telah melalui tes PCR & menunjukkan hasil negatif.

Dia mengatakan bahwa tim Indonesia – yang diklaim pantas dalam “kondisi terbaik” awut-awutan sangat diperhitungkan dalam kancah internasional.

Sejak tahun 1959, Indonesia telah memenangkan setidaknya 34 gelar All England.

“Kami menyampaikan kekecewaan yang besar tapi pada saat yang sama kami haluan, ini antara lain sebab potensi dan kemampuan awak bulu tangkis Indonesia yang ada dalam kondisi terbaiknya pada saat ini, ” ujarnya.

Pemain ingin lekas pulang

Manajer tim nasional bulu tangkis Ricky Soebagdja mengatakan keputusan ini “sangat menyakitkan bagi tim Indonesia”.

Dia mengatakan bahwa keadaan Kamis (18/03) sebenarnya sudah ada agenda tes PCR bagi para pemain tetapi panitia tetap meminta para pemain dan anggota tim Indonesia untuk isolasi sendiri berdasarkan pemberitahuan dari NHS.

“Di situlah ada mulia ketidakpuasan, ” ungkapnya di dalam jumpa pers virtual.

Kabid Binpres PBSI, Riony Mainaky, mengatakan kepada BBC News Indonesia bahwa seluruh awak Indonesia diminta untuk isolasi di kamar hotel datang tanggal 23 Maret — 10 hari dihitung sebab kontak dengan penumpang pesawat pada 13 Maret — namun belum mendapat rencana untuk tes swab .

Riony mengatakan para pemain “sudah kesal dan minta cepat pulang”.

“Yang kena orang asing, tapi karena satu udara dengan orang yang terpapar Covid, jadi tim awak yang jadi OTG (Orang Tanpa Gejala), padahal kita sudah [tes] PCR dan hasilnya negatif semua dan kita telah divaksin semuanya, ” membuka Riony lewat pesan teks.

Mantan pemain bulu membalas Indonesia yang sekarang menjadi pelatih timnas Thailand, Rexy Mainaky, mengatakan kepada BBC News Indonesia bahwa hari Kamis (18/03), semua tim di All England menjalani tes kedua.

Jika ada peserta yang tentu, kata Rexy, “ada peluang seluruh turnamen bisa dibatalkan”.

Ini didasarkan pada asumi, jika pemain dinyatakan meyakinkan Covid-19, maka ia & semua orang yang kontak dengannya harus melakukan isolasi mandiri.

Turnamen All England 2021 digelar tanpa penonton ataupun wartawan dari jalan karena pandemi dan selalu saat ini pemerintah Inggris masih memberlakukan lockdown nasional.

Apa tanggapan sejak bagian Inggris?

Juru kata BWF, Lloyd Green, mengatakan kepada BBC News Indonesia lewat email bahwa pihaknya mematuhi peraturan dari pemerintah Inggris untuk melindungi warganya dari Covid-19.

Green mengungkap bahwa Badminton England, sistem yang menaungi olahraga bulu tangkis di Inggris, sudah mengusahakan agar para pemeran dan anggota tim Nusantara mendapatkan pengecualian namun kesimpulan pemerintah Inggris sudah “final dan tidak bisa dinegosiasikan”.

“BWF dan Badminton England tidak dapat beroperasi pada luar protokol dan metode operasi yang ditentukan oleh otoritas kesehatan dari pemerintah setempat. Ini juga sah untuk semua turnamen dengan disetujui BWF di bermacam-macam negara. BWF tunduk pada protokol dan persyaratan COVID-19 yang berbeda di di setiap negara, ” kata Green.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, dalam pemberitahuan tertulis yang dirilis Kamis (18/03) menyebut keputusan BWF yang tidak mengizinkan Nusantara untuk melanjutkan pertandingan di All England “sangat disayangkan”.

Namun dia menekankan kalau di saat pandemi Covid-19, negara-negara di dunia harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Inggris untuk melihat apakah ada yang bisa dilakukan tentang permasalahan ini, ” ujarnya.

Bagaimanapun, Desra Percaya mengkritik pihak BWF sebagai penyelenggara karena menerima sejenis saja keputusan dari negeri Inggris.

“Ini kok pengelola, begitu terima email, percaya-percaya aja dan tidak berupaya untuk mencari solusinya, ” kata Desra.

Apa dengan terjadi?

Menurut informasi di situs web PBSI, seluruh tim bulu tangkis Nusantara mendarat di Birmingham, Inggris pada hari Sabtu (13/03) siang setelah perjalanan kurang-lebih 20 jam dari Jakarta dan transit di Istanbul dengan menumpang pesawat Turkish Airlines.

Tim Humas serta Media PP PBSI mengucapkan tim tiba dalam situasi sehat.

Sesampai dalam hotel di Birmingham, itu semua menjalani tes PCR dan dinyatakan negatif Covid-19.

Berbekal hasil tes tersebut, pada hari Senin (15/03) para atlet mulai latihan menggunakan fasilitas sasana kebaikan di Hotel Crowne Plaza Birmingham City Centre.

Sore harinya dan pagi keesokan harinya (16/03), awak melakukan latihan gabungan di Utilita Arena, Birmingham.

Di dalam hari pertandingan, Rabu (17/03), Badminton World Federation (BWF) sempat menunda pembukaan setelah sejumlah tes Covid-19 dengan dilakukan pada tim peserta dinyatakan ‘inkonklusif’ dan sampelnya akan diuji kembali.

BWF juga mengatakan bahwa sebesar pemain menunjukkan hasil ulangan positif, dan berdasarkan kesepakatan dengan otoritas kesehatan Inggris, mereka harus dites kembali.

Para pemain diminta tetap dalam isolasi mandiri sambil menunggu hasil ulangan kedua keluar.

Informasi dalam situs web PBSI menyebutkan bahwa orang-orang yang menjalani tes ulang tersebut adalah atlet dan pelatih dibanding Thailand, Denmark dan India.

Kompetisi pun dimulai di pukul 14: 00 waktu setempat. Tiga wakil Nusantara yang bertanding berhasil mengisbatkan langkah ke babak 16 besar. Mereka adalah Jonatan Christie, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu, juga mengamankan kartu babak kedua setelah lawannya mengundurkan diri.

Menjelang perlawanan tiga wakil Indonesia lainnya, manajer Tim Indonesia Ricky Soebagdja dikabari panitia kalau mereka harus mengundurkan diri dari turnamen.

Mereka diminta isolasi setelah seorang penumpang dalam pesawat yang membawa mereka ke Birmingham dinyatakan positif Covid-19.

Akibatnya, 3 wakil Indonesia – Anthony Sinisuka Ginting, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti semrawut gagal bertanding dan dinyatakan kalah WO ( walkover ).

Bersandarkan peraturan NHS, setiap karakter yang mendapatkan pemberitahuan kudu segera melakukan isolasi mandiri selama 10 hari sejak terakhir kali berkontak dengan orang yang dinyatakan meyakinkan Covid-19.

Meski demikian, Ricky Soebagdja mengatakan para semesta tim Indonesia dalam laksana sehat.

“Namun, dapat diperkirakan keadaan seluruh tim Indonesia yang berada di Birmingham saat ini dalam masa sehat dan baik-baik selalu. Hal ini merupakan kejadian luar biasa menyakitkan dan mengecewakan bagi kami seluruh, ” kata Ricky.

Adapun tujuh pemain dari Denmark, Thailand, dan India dengan sempat menunjukkan hasil ulangan positif bisa bertanding di All England setelah tes kedua menunjukkan hasil minus.

Tim humas PBSI seperti dikutip media mengatakan perbedaaan kasus antara tim Nusantara dan tim dari Denmark/Thailand/India adalah, pemberitahuan isolasi buat pemain Indonesia langsung dari NHS Inggris, di mana legislasi soal contact tracing dan isolasi — sesuai disampaikan sejumlah pihak — tak bisa dinegosiasikan.

Tatkala pemain tunggal putri dibanding Turki yang satu pesawat dengan tim Indonesia, Neslihan Yigit, diminta untuk isolasi mandiri dan dinyatakan walkover dari All England dalam Kamis (18/03), sehari sesudah tim Indonesia dipaksa tertinggal.