Praja kuno Mosul di Irak, wadah warga Muslim dan Kristen bersama-sama bangun masjid, gereja yang terlena di tangan ISIS

kota-kuno-mosul-di-irak-tempat-warga-muslim-dan-kristen-bersama-sama-bangun-masjid-gereja-yang-hancur-di-tangan-isis-10

5 Februari 2021

Kawasan kota lama di Mosul, di Irak utara, cukup berbenah. Proyek restorasi rumah ibadah tengah dijalankan agar masjid dan gereja bisa kembali berdiri mulia seperti sedia kala.

Langgar dan gereja, dan tentu saja rumah-rumah warga rusak berat ketika kelompok yang menamakan diri Negeri Islam (ISIS) merebut kota di tepi Sungai Tigris ini pada pertengahan 2014.

Pada 2016-2017 pecah perang antara petempur ISIS dan rombongan koalisi yang berakhir dengan penghentian Mosul. Kawasan kota lama semacam tak dikenali.

Rumah-rumah warga, gereja dan masjid, yang berdiri tangan selama berabad-abad, rusak berat. Cara restorasi kota lama dilakukan dalam bawah supervisi badan pendidikan, ilmu, dan kebudayaan PBB (Unesco).

Salah satu fokus kerja Unesco adalah membangun kembali masjid & gereja di kota lama.

Dan dalam prosesnya, Unesco mendorong awak Muslim dan Kristen untuk bergotong-royong membangun kembali dan memperbaiki tempat ibadah.

Warga Kristen bangun masjid, warga Muslim bangun gereja

“Kami mendorong warga Kristen untuk bekerja membangun kembali langgar… dan sebaliknya kami juga memajukan warga Muslim untuk membangun balik gereja. Itulah salah satu haluan proyek ini [yaitu meneguhkan rasa kebersamaan semua warga], ” kata Omar Yasir Adil Taqa, asisten koordinator Unesco di Mosul.

Hidup berdampingan secara harmonis ialah salah satu spirit kota Mosul. Kebersamaan dan persaudaraan dihormati oleh warga Muslim, Kristen, dan Yazidi yang tinggal di kota tersebut, kata Emad Sabri Abdulahad, penilik keamanan Unesco.

“Kami hidup bersama dalam sini, ” ujar Abdulahad.

Anas Ziad, pegawai Unesco yang terlibat rencana restorasi rumah ibadah di Mosul mengatakan selama sekitar tiga tarikh ISIS memisahkan antara warga Muslim dan Kristen.

“Namun sekarang saya bisa bersama lagi, bersama-sama jarang warga Muslim, Kristen, dan Yazidi membangun kembali Mosul, ” sekapur Ziad.

Spirit kebersamaan inilah yang ingin dihadirkan balik saat merestorasi masjid dan geraja.

Masjid yang dibangun kembali merupakan Masjid al-Nuri.

Bangunan dan menaranya yang miring pernah menjadi simbol kota Mosul. Namun masjid itu dihancurkan oleh petempur-petempur ISIS ketika mereka dipukul mundur pada 2017.

Taqa, asisten koordinator Unesco, mengucapkan ISIS sengaja mencoba menghancurkan Mosul dan dalam prosesnya ingin juga menghancurkan sejarah kota ini.

Taqa mengungkapkan para pekerja memindahkan bertambah 5. 600 ton puing-puing dengan berserakan di kompleks masjid.

Selain tersebut, warga dan para pekerja harus pula memindahkan sekitar 20 bakal peledak, beberapa di antaranya sebab petempur ISIS ditanam di di dalam tembok masjid.

Di antara puing, ada harapan

Para pekerja membangun kembali masjid serta gereja secara berhati-hati. Sebisa barangkali mereka menggunakan material asli.

Selain merestorasi masjid al-Nuri, Unesco juga membangun kembali gereja al-Saa’a serta al-Tahera.

Di kompleks gereja al-Saa’a para pekerja membersihkan bangunan dibanding mortir, ranjau darat, dan kira-kira jasad warga. Ketika menguasai Mosul, para petempur ISIS menggunakan gereja ini sebagai salah satu benteng pertahanan.

Kepada wartawan BBC, Omar Ali, salah satu koordinator Unesco mengatakan masih terlihat jejak-jejak kehadiran ISIS.

“Anda bisa melihat tali-tali… saya mendengar laporan bahwa mereka tertumpuk orang-orang di sini, ” cakap Ali. Ia mengatakan Mosul zaman ini dalam proses penyembuhan.

“Kehidupan di sini bertahap kembali normal, ” kata Ali.

Bagi Romo Emmanuel Raed Adel restorasi tempat ibadah di Mosul adalah salah satu kabar yang paling menggembirakan.

Ia, bersama banyak warga Kristen lain, meninggalkan Mosul untuk menyelamatkan diri ketika ISIS menguasai kota pada 2014.

Romo Adel kembali ke Mosul dan rajin terlibat dalam proyek restorasi tidak lama setelah pertempuran berakhir. Gerejanya, al-Bishara, kini sudah berfungsi normal.

Uskup Fransiskus telah mengumumkan akan berkunjung ke Mosul pada Maret 2021. Di antaranya, Paus akan berkunjung ke masjid al-Nuri dan kaum gereja di kota ini.

“Kami sangat senang ketika mendengar Paus Fransiskus akan berkunjung ke Irak. Awak lebih berbahagia lagi karena Uskup rencananya akan berkunjung ke Mosul. Ada banyak puing-puing di praja ini, namun di antara puing-puing itu ada juga harapan, ” kata Romo Adel.

“Ada juga aspirasi & koeksistensi yang damai, ” katanya.