Rani Mesir ditangkap karena membuat kue ‘tidak senonoh’

perempuan-mesir-ditangkap-karena-membuat-kue-tidak-senonoh-4

9 jam yang lalu

Seorang hawa di Mesir sempat ditahan pendek setelah dituduh membuat kue “tidak senonoh”, demikian laporan media setempat.

Kue yang dihiasi lapisan gula berbentuk alat kelamin dan baju dalam itu disantap ramai-ramai di sebuah pesta ulang tahun dalam klub olahraga eksklusif di ibu kota Mesir, Kairo.

Setelah foto-fotonya menjadi viral, pembuat kue ditangkap & kemudian dibebaskan dengan jaminan uang sebesar £234 atau sekitarRp 4, 5 juta.

Ada sejumlah laporan kalau para pengunjung pesta kemungkinan mau menghadapi tuntutan hukum juga.

Sebuah lembaga keagamaan terkemuka di negara itu memperingatkan bahwa makanan yang dipanggang dilarang oleh Agama islam.

Departemen Pemuda dan Olah raga dilaporkan tengah menyelidiki keterlibatan klub olahraga yang menjadi tuan rumah pertemuan bersifat pribadi tersebut.

Pengacara hak pokok manusia, Negad El Borai mencuit di akun Twitternya bahwa insiden itu menegaskan “ada segmen pada masyarakat, dengan dukungan negara, yang ingin menghilangkan ruang untuk kebebasan pribadi di Mesir dengan muslihat melindungi nilai-nilai keluarga Mesir”.

Dia membandingkan masalah kue ini dengan kasus sejumlah perempuan muda Mesir yang dituduh menyelenggarakan pelanggaran terkait moralitas sehubungan dengan video yang diposting di TikTok dan platform media sosial yang lain.

Minggu lalu, pengadilan Mesir membatalkan azab penjara yang diberikan kepada influencer media sosial, Mawada al-Adham.

Selasa cerai-berai, pengadilan banding membatalkan hukuman tangsi dua tahun yang dijatuhkan kepada dua orang influencer – Haneen Hossam, 20 tahun, dan Mawada al-Adham, 22 tahun- yang dihukum pada Juli lalu karena “merusak nilai dan prinsip keluarga” & menerbitkan foto dan video “tidak senonoh”.

Tetapi beberapa hari kemudian diketahui bahwa jaksa penuntut umum telah memerintahkan penahanan lanjutan terhadap rani tersebut sambil menunggu penyelidikan pada tuduhan perdagangan manusia.

Jaksa penggugat menuduh bahwa mereka telah mengeksploitasi gadis remaja dengan mendorong mereka untuk mengunggah video yang mirip dengannya.

Seorang pengacara untuk kelompok perempuan mengatakan mereka akan mengajukan banding atas langkah hukum itu.