Sriwijaya Air: Black box data penerbangan pesawat ‘ditemukan’ pada pencarian keadaan keempat

sriwijaya-air-black-box-data-penerbangan-pesawat-ditemukan-pada-pencarian-hari-keempat-29

Tim SAR gabungan berhasil menemukan salah utama black box atau kotak hitam Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, pada Selasa (12/01) sore.

Hal ini dikonfirmasi oleh Menteri Perhubungan Budi Susunan Sumadi yang mengatakan “FDR telah ditemukan”.

Pada kesempatan yang sebanding, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, menegaskan Flight Bukti Recorder sudah terlihat pada pukul 16. 40 beserta dua suar pemberi sinyal ( beacon ) dengan seharusnya melekat pada FDR dan CVR. Akan tetapi, Cockpit Voice Recoder belum ditemukan.

Untuk memutar gambar ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

“Cockpit Voice Recoder masih harus dicari tanpa bantuan beacon . Namun kami meyakini, karena beacon cockpit ditemukan di sekitar itu, secara keyakinan itu CVR akan lekas ditemukan, ” kata Panglima TNI.

Sementara itu, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menuturkan harapannya agar masukan pada FDR dapat segera diunduh dalam dua hingga lima keadaan mendatang “sehingga bisa diungkap barang apa yang terjadi”.

Kotak hitam pada pesawat terdiri dari dua peranti, yaitu FDR ( Flight Data Recorder ) atau perekam data penerbangan dan CVR ( Cockpit Voice Recorder ) atau perekam percakapan pilot.

Lokasi black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 sejatinya sudah ditandai dalam pencarian keadaan kedua pada Minggu (10/01), taat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Besar Basarnas, Marsekal Madya TNI Cakap Puruhito, menambahkan pihaknya “meyakini itu black box. karena pancaran sinyal emergensi hanya dari dua metode tersebut. ”

Menurutnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menurunkan tiga media pencarian portable pinger finder dan alat-alat itu sudah berada di KRI Rigel.

Akan tetapi, pencarian terkendala timbunan puing pesawat, kata Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla) Operasi SAR Sriwijaya Air, Laksamana Pertama Yayan Sofyan,

“Ada tumpukan material. Kita harus sabar, harus telaten…. Kita urai tumpukannya, ” kata Yayan pada para wartawan.

Jumlah personel yang berperan dalam operasi SAR secara menyeluruh sebanyak 3. 818 orang. Untuk alat utama (alut) yang dimanfaatkan meliputi 54 kapal, 18 Rigit Inflatable Boat (RIB), tiga helikopter, dan 33 ambulance.

Proses pencarian black box pesawat Sriwijaya SJ182 pada sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki, juga terkendala iklim laut yang berombak.

“Hari ini (Senin) berombak, tentunya akan mempengaruhi visibil i ty di bawah. Ini juga akan menjadi kendala tentunya, ” cakap Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono. kepada kuli, Senin.

Tim SAR gabungan dan awak penyelam fokus pada areal seluas 140 meter dan 100 meter yang diyakini lokasi black box pesawat Sriwijaya SJ182.

Black box merupakan istilah terhadap dua peranti pada pesawat, FDR (Flight Data Recorder) atau perekam data penerbangan serta CVR (Cockpit Voice Recorder) ataupun perekam percakapan pilot.

Setidaknya 88 orang penyelam dari berbagai kesatuan dilibatkan untuk mencari dan mengangkat black box, puing-puing pesawat dan jenazah korban.

Pada Senin (11/01) ini, tim penyelam akan terus berupaya buat menemukan black box, setidaknya sampai sekitar pukul 18. 00 WIB.

Pengerahan

Direktur Proses Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan telah mengerahkan juga kapal-kapal yang dilengkapi dengan peralatan bawah laut seperti Mu l tibeam Echosounder & Remotely Operated Vehicle (ROV) guna menjumpai black box.

Jika menemukan obyek yang dicari, maka ROV itu akan memberikan penanda koordinat buat didata dan dilakukan penyelaman.

Salah mulia kapal yang dilengkapi alat deteksi bawah air milik Basarnas dan KNKT adalah KN Basudewa.

Signal emergency besar black box pesawat diyakini sudah terdeteksi, berjarak antata 150 sampai 200 meter dari lokasi jatuhnya pesawat, ” kata Kabasarnas Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito.

Pada Minggu (10/01), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, mengucapkan telah menangkap sinyal dari udara tersebut dan segera diturunkan awak penyelam dari Kopaska.

Menurutnya, tracking site udara Sriwijaya Air SJ 182 telah dikirimkan ke KRI Rigel pra hari yang sudah merapat dalam lokasi.

“Mudah-mudahan apa yang ditemukan serta diinformasikan oleh KRI Rigel memang tepat sesuai dengan perkiraan. Semoga apa yang kita ketahui itu segera ditindaklanjuti semuanya akan kita koordinasikan terus di bawah pimpinan Kabasarnas, ” ujar Panglima.

Sementara tersebut, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC Nusantara, Callistasia Wijaya, di JICT dua, barang-barang yang ditemukan tim penyelam TNI AL telah diserahkan pada Basarnas.

Mayor Nurochim, selaku Komandan KRI Kurau, mengatakan barang-barang itu kurun lain berupa celana anak beragam pink serta beberapa serpihan lembaga pesawat.

Tim SAR gabungan juga sudah menganjurkan sejumlah barang diduga bagian tubuh penumpang maupun bagian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 kepada polisi.

“Dari kesibukan hari ini hingga pukul 19. 20 WIB tadi, kita telah mendapatkan 10 kantong berisi potongan atau potongan dari badan udara. Enam belas bagian atau potongan besar dari pesawat, 10 sak jenazah yang berisi bagian dari korban, dan lima potong pakaian, ” kata Kepala Basarnas, Marsdya Bagus Puruhito di JICT, Minggu (10/1) malam.

Semua kantong ini sudah dilabeli di JICT lalu dibawa ke RS Polri Kramat Asli untuk diidentifikasi.

Pesawat komersial Sriwijaya Cairan tipe Boeing 737-500 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak sekitar pukul 14. 40 WIB, Sabtu (09/01). Motor itu diperkirakan jatuh di sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Laut Jawa.

Pihak berwenang langsung melakukan pencarian serta pada Sabtu malam TNI AL menyatakan sudah menemukan titik koordinatnya.

Lewat tengah malam pada Minggu (10/01), tim Basarnas membawa sebanyak temuan yang diduga berasal dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ke posko di dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta.

Pengambilan contoh DNA

Pengambilan sampel DNA keluarga inti penumpang Sriwijaya SJ182 berlanjut, di Minggu (10/01).

Sejauh ini, baru 10 keluarga yang diambil contoh DNA dan mencatatkan data antemortem ke Posko Crisis Center, di Graha Chandra Disti Wiradi, Bandara Supadio Pontianak.

Untuk memutar video itu, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

“Kami mengerahkan 51 personel untuk bersiaga di posko. Selain itu Polda Kalbar juga mengerahkan personel dari tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk menjemput contoh DNA dari keluarga pokok, ” papar Ajun Komisaris Luhur Polisi Yani Permana, sebagaimana dilaporkan wartawan di Pontianak, Widianingsih, untuk BBC News Indonesia.

Pengambilan sampel tersebut dimungkinkan memakan waktu lebih dari dua hari, mengingat ada anak penumpang yang berasal dari asing Kota Pontianak.

Kepala Sub Direktorat Kedokteran Polisi Biddokkes Polda Kalbar, Ajun Komisaris Besar Polisi drg Joseph Ginting menambahkan, pengambilan contoh ini untuk antisipasi pencocokan dengan data penumpang Sriwijaya SJ182.

“Kita ambil contoh DNA dari darah & cairan hidung. Setelah terkumpul, ‘sample’ DNA ini akan kita kirim ke Puslabfor Mabes Polri, ” katanya.

Tim DVI Polda Kalbar khusus menangani contoh DNA dari keluarga inti penumpang yang berdomisili di Kalbar saja. Untuk pengikut yang bukan warga Kalimantan Barat, ditangani oleh Mabes Polri.

Kondisi motor

Motor yang dioperasikan oleh maskapai Sriwijaya Air tersebut pertama kali amblas pada 1994 dan dikatakan di dalam kondisi layak.

Ketua Komite Nasional Kesejahteraan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, mengucapkan “jika dirawat dengan baik, udara tersebut mestinya tidak bermasalah”.

Hal senada disampaikan dirut Sriwijaya Air, Jefferson Irwin Jauwena, yang “memastikan pesawat dalam kedudukan baik”.

“Kalau kondisi pesawat dalam kejadian sehat, sebelumnya pulang pergi ke Pontianak dan harusnya tidak ada masalah. Semuanya lancar, ” sirih Jefferson di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu.

Ia mengatakan keterlambatan keberangkatan yang dialami Sriwijaya Air SJ182 selama 30 menit bukan sebab kendala mesin.

“Delay (penundaan berangkat) akibat hujan deras, ” prawacana Jefferson.

Untuk memutar gambar ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Penemuan lokasi pesawat

Dalam jumpa pers di wadah berbeda, sekitar pukul 19. 30 WIB, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan semua jajaran terpaut untuk memastikan pencarian titik lokasi hilang kontak pesawat tersebut.

Beberapa waktu kemudian, Pemimpin Komando Armada 1 Laksamana Bujang Abdul Rasyid Kacong mengatakan telah menemukan titik koordinat pesawat.

“Titik koordinat sudah ditemukan dan sudah kita sudah kasih ke seluruh bagian KRI yang ada di sekitar laut, ” katanya kepada kuli di JICT 2, Jakarta Utara.

Menhub Budi Karya Sumadi mengungkapkan pesawat itu membawa 62 orang penumpang serta awak pesawat. Detilnya, 50 karakter penumpang termasuk tujuh orang anak-anak dan tiga orang bayi dan 12 orang awak pesawat.

Tengah, puluhan orang keluarga penumpang pesawat Sriwijaya, sudah berada di bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Sabtu sore.

Salah-seorang diantaranya adalah Yaman Z. Zai, yang tinggal di Pontianak. Dia mengaku menunggu “istri dan ketiga anaknya”.

Sambil terisak ia mengatakan kepada wartawan dalam Pontianak, Widianingsih yang melaporkan buat BBC News Indonesia, “Ada empat orang (anggota keluarganya), istri dan tiga anak. ”

Yaman mengatakan ia baru bekerja setahun dalam Kalimantan Barat, sementara istri serta ketiga anaknya yang jadi pengikut pesawat bermaksud menemuinya dalam situasi liburan.

Di Padang, Sumatera Barat, seorang ibu masih berharap anaknya dengan merupakan salah seorang penumpang pada pesawat Sriwijaya Air dapat selamat.

Afrida mengatakan anaknya, Angga Fernanda Afrion, menumpang pesawat tersebut untuk kembali bekerja sebagai kru kapal tongkang batubara di Pontianak.

“Jumat (08/01) kira-kira jam 23. 00 WIB, dia (Angga) menelpon ke saya serta memberitahu ingin balik ke Pontianak karena kapalnya rusak dan sanggup perintah dari bos untuk menariknya. Biasanya, dia naik kapal ke mana-mana, jarang sekali naik udara, ” kata Afrida kepada wartawan di Padang, Agus Embun, dengan melaporkan untuk BBC News Nusantara.

Angga, menurut Afrida, berdomisili di Jakarta bersama istrinya dan seorang bujang yang baru berusia satu minggu.

” Keluarga berharap, kalau bisa Angga selamat. Jika ada jasadnya, bisa dibawa pulang dan dikuburkan oleh pihak keluarga dengan terhormat. Saat ini, anggota keluarga yang lain masih melakukan pencarian kepada Angga di Jakarta. Jika dapat, saya mau ke Jakarta ikut membantu mencari informasi tentang Angga, tapi karena pandemi ini belum bisa sepertinya. ”

ELT ‘tidak pancarkan sinyal’

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito mengatakan, pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak tidak memancarkan tanda emergency location transmitter (ELT) ketika jatuh kontak.

ELT adalah perangkat penentu tempat pesawat yang merupakan bagian dari standar peralatan pada pesawat.

ELT dapat dinyalakan langsung oleh pilot atau bisa hidup apabila udara menghantam sesuatu.

“Mestinya ada pancaran emergency location transmitter atau ELT, itu tak ada, ” kata Bagus.

Ia menjelaskan, Basarnas sudah berkoordinasi dengan Australia seputar ELT yang seharusnya dipancarkan pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

“Australia juga tidak menangkap [sinyal ELT]. Jadi, kita hanya mendapatkan keterangan dari AirNav dan radarnya Basarnas sendiri pada menit berapa dia [pesawat] hilang dibanding radar, ” kata Bagus.

Ditemukan benda-benda yang diduga serpihan pesawat

Pesawat macam Boeing 737-500 ini dilaporkan hilang kontak di sekitar Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, kata otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Haerul Anwar.

“Telah terjadi lost contact (hilang kontak) pesawat hawa Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak dengan call sign SJY 182. Terakhir berlaku kontak pada pukul 14. 40 WIB, ” kata juru cakap Kementerian Perhubungan, Adita Irawati di pesan tertulis kepada BBC News Indonesia, Sabtu (09/01) sore.

Dilaporkan motor itu dijadwalkan berangkat dari bandara Soekarno Hatta pukul 13. 25 WIB, namun mengalami keterlambatan dan baru berangkat sekitar pukul 13. 56 WIB.

Sejumlah orang warga Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, mengaku menemukan sejumlah benda yang diklaim jadi “serpihan pesawat”.

Seorang warga bernama Solihin menceritakan yang disaksikannya pada Silvano Hajid, wartawan BBC Indonesia, ” Dari atas turun, seperti peitr, lalu begitu turun ke bawah ada ledakan di dalam minuman, serpihannya hampir kena kapal beta berupa seperti papan-papan tipis. ”

Di mana pesawat dinyatakan ‘hilang kontak’?

Menurut manajer Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Haerul Anwar, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (9/1/2021), mengatakan, “(Pesawat Sriwjaya Air) hilang kontak di sekitar Semenanjung Pasir Pulau Lancang, ” katanya.

Pihak Kemenhub mengatakan pihaknya era ini tengah melakukan investigasi serta berkoordinasi dengan Basarnas dan KNKT, kata Adita.

Dalam jumpa pers Sabtu malam di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Adita menyebut pesawat sempat terbang ke arah yang tidak sesuai koordinat.

Berikut kronologi singkat dalam penjelaan Adita:

  • Pkl 14. 36 pesawat take off
  • Pkl 14. 37 pesawat melewati 1. 700 kaki dan berkontak dengan Jakarta Approach
  • Pkl 14. 40 Jakarta melihat pesawat lelap ke arah tidak sesuai koordinat. ATC menanyakan pada pilot, akan tetapi tak sampai hitungan detik udara menghilang dari layar