Subsidi Rp600. 000 untuk pekerja dicabut: ‘Paling bisa bertahan hidup sampai pertengahan bulan’

subsidi-rp600-000-untuk-pekerja-dicabut-paling-bisa-bertahan-hidup-sampai-pertengahan-bulan-10

sejam yang lalu

Serikat buruh di Nusantara mendesak pemerintah melanjutkan program subsidi upah bagi buruh bergaji pada bawah Rp5 juta untuk menutup kebutuhan sehari-hari keluarga mereka yang kian terimpit akibat pandemi.

Seorang pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia berkata bantuan itu menjadi keharusan karena konsumsi masyarakat status bawah menjadi satu-satunya tumpuan perekonomian nasional dan membantu mengangkat pertumbuhan ekonomi agar tidak jatuh semakin dalam.

Jika dihentikan, kata dia, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia hendak terus minus hingga kuartal ke-2 tahun 2021.

Akan tetapi negeri menyatakan hingga saat ini belum ada perubahan kebijakan bantuan subsidi upah, merujuk pada hasil pertimbangan program tersebut.

Penulis Komite Penanganan Covid-19 dan Perbaikan Ekonomi Nasional, Raden Pardede, mengucapkan keputusan menghentikan Bantuan Subsidi Imbalan (BSU) dilakukan atas dasar buatan evaluasi akhir tahun lalu.

Pertimbangan tersebut menilai pekerja bergaji di bawah Rp5 juta tidak terhambat keuangannya, dan bahkan masih mampu menabung.

Ia beranggapan dalam mulia keluarga buruh itu baik suami dan istri sama-sama bekerja, sehingga bantuan subsidi tidak terpakai.

Tetapi dia tidak merinci berapa penuh keluarga buruh yang kondisinya serupa itu dibandingkan dengan keluarga pelaku yang mengandalkan gaji kepala keluarga.

“Evaluasi tahun lalu yang kita lihat, masih banyak yang memiliki subsidi, istrinya juga kerja. Siap gaji Rp5 juta itu upahnya terlampau tinggi, ” ujar Raden Pardede kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Nusantara Minggu (07/02).

Karena itu, kata dia, pemerintah membatalkan program BSU dan menggesernya ke program padat karya tunai.

Di sini, kelompok yang disasar ialah masyarakat desa dan miskin. Tujuannya agar kembali produktif dengan diberi uang tunai.

“Kita dahulukan pada yang lebih butuh dulu. Maka kalau mereka membuat jalan, tali air, maka mereka akan dikasih (uang) tunai. ”

Be nar kah permintaan pemerintah itu?

Presiden Konfederasi Konsorsium Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita, menangkis klaim pemerintah itu. Ia mengatakan sejak pandemi banyak pekerja yang gajinya justru dipotong sehingga kelabakan dalam memenuhi tujuan sehari-hari keluarga.

Subsidi upah senilai Rp600. 000 setiap bulan disebutnya pas membantu menambal biaya pengeluaran itu.

“Untuk orang kelas menengah agak-agak tidak signifikan, tapi bagi pekerja yang upahnya dikurangi, mereka mampu membeli kebutuhan harian, ” prawacana Elly Rosita kepada BBC News Indonesia.

“Jadi bantuan subsidi itu sangat bermanfaat sekali, kalau dihentikan ada enggak subsidi lain? Apakah ada yang bisa diberikan kepada buruh yang dikurangi upahnya? ” tambahan Elly.

KSBSI, sambung Elly, akan mengirim surat ke Kementerian Tenaga Kerja dan Presiden meminta agar program ini dilanjutkan. Sebab bantuan sosial berupa sembako tidak didapatkan sebagian besar buruh.

“Kita harap pemerintah berpikir lagi untuk melanjutkan hingga kaum bulan sampai keadaan normal. ”

‘Kalau subsidi dicabut, hidup cuma sampai pertengahan bulan’

Salah satu buruh dalam Kawasan Industri Pulogadung, Handi Trisusanto, mengamini pernyataan KSBSI.

Ia berceloteh sejak Mei 2020 seluruh pelaku di perusahaan makanan olahan Kemfood tidak lagi menerima tunjangan pasti lantaran kondisi keuangan perusahaan yang belum stabil.

Alhasil setiap kamar ia hanya menerima upah pohon sebesar Rp4, 3 juta.

Risiko tersebut, katanya, habis untuk membayar sewa kontrak rumah, cicilan nilai rumah, dan biaya sehari-hari. Pasalnya, istrinya tidak bekerja.

Adanya subsidi upah yang ia terima tahun lulus bisa meringankan beban keluarganya buat bertahan hidup hingga akhir kamar.

“(Uang subsidi) itu bisa positif bayar kontrakan. Jadi gaji bisa utuhlah untuk biaya sehari-hari serta sekolah dua anak. ”

Tapi kedudukan akan berbeda jika subsidi upah itu dihentikan, ujar Handi. Ia berhitung kalau hanya mengandalkan gaji tidak akan sanggup memenuhi hajat keluarganya sebulan penuh.

“Kalau dicabut ya gaji kita sudah berkurang ya habis. Paling-paling sampai pertengahan bulan sudah habis. ”

“Makanya saat ini itu banyak teman-teman yang cari pekerjaan sampingan, ya jualan, ngojek. ”

“Harapannya masih dapat bantuan buat menambah-nambah keperluan keluarga dan bagi bayar cicilan kontrakan. ”

‘Bantuan subsidi upah dicabut, pertumbuhan ekonomi akan terus minus’

Pengamat ekonomi dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia, Teuku Riefky, menilai pemerintah salah kaprah bila menganggap pekerja atau buruh bergaji Rp5 juta ke bawah keuangannya tidak terganggu sehingga bisa menahan program Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Data perbankan justru menunjukkan, gabungan masyarakat yang tabungannya Rp10 juta ke bawah, nominalnya terus turun alias terpakai untuk memenuhi hajat harian.

“Realitanya masyarakat berpendapatan Rp5 juta punya cicilan, bayar kontrakan dan yang punya anak tukar SPP. Ini pasti tidak lulus Rp5 juta. Kalau bisa nabung orangnya enggak banyak dan yang bisa ditabung sedikit, ” ujar Teuku Riefky kepada BBC News Indonesia.

Baginya, subsidi upah untuk buruh/pekerja menjadi keharusan dan tidak bisa dikompromikan jika pemerintah berambisi pertumbuhan ekonomi akan positif pada kuartal pertama tahun 2021 seperti yang diutarakan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Di Indonesia, 50% bertambah komponen pertumbuhan ekonomi disumbang sebab konsumsi rumah tangga.

Tapi era ini konsumsi masyarakat kelas bawah menjadi satu-satunya tumpuan untuk meningkatkan konsumsi famili.

Sementara masyarakat posisi menengah atas sama sekali “tak bergerak dan hanya menumpuk uangnya”.

“Kondisinya masyarakat kelas menengah ini tidak melakukan konsumsi, karena biasanya mereka konsumsi untuk barang-barang kaya atau untuk hiburan. Nah tersebut semua tidak mereka lakukan selama pandemi sehingga tidak mendorong penggunaan keseluruhan. ”

Ia khawatir jika program BSU dihentikan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang akan terus minus tenggat kuartal kedua tahun 2021.

Sebelumnya Lembaga Pusat Statistik (BPS) pada Sabtu kemarin mencatat pertumbuhan ekonomi Nusantara pada tahun 2020 minus 2, 07%.

“Ini akan mengganggu pertumbuhan ekonomi di 2021 kalau konsumsi klub tidak terjaga akibat hilangnya BSU. Kalau BSU dihilangkan bisa oleh sebab itu konsumsi rumah tangga di komponen GDP negatif untuk dua kuartal ke depan. ”

“Kalau seperti itu, makin lama pertumbuhan ekonomi menyentuh positif. ”

Bantuan Subsidi Upah (BSU) diluncurkan Presiden Joko Widodo pada Agustus 2020 untuk membantu meringankan beban para pekerja di sedang pandemi Covid-19 serta dapat menggeliatkan perekonomian nasional.

Pada tahun semrawut sebanyak 15, 7 juta pekerja yang memenuhi syarat menerima sandaran ini. Salah satu syaratnya bergaji di bawah Rp5 juta serta terdaftar sebagai peserta aktif program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Pada setiap bulan pekerja akan menerima Rp600. 000 yang ditransfer ke bon mereka.

Sejak program ini digelontorkan pada September tahun 2020, total anggaran yang tersalurkan sebesar Rp29, 4 triliun.