Tengku Philip: Pemakaman akan peringati ‘kesetiaannya yang tak tergoyahkan’, Ratu rilis foto kesayangan bersama almarhum

pangeran-philip-pemakaman-akan-peringati-kesetiaannya-yang-tak-tergoyahkan-ratu-rilis-foto-favorit-bersama-almarhum-18
16 April 2021

Diperbarui 53 menit dengan lalu

Sumber gambar, Reuters

“Kesetiaan tak tergoyahkan” Pangeran Philip kepada Ratu Elizabeth II, bakti kepada negeri, dan “keberanian”, akan dirayakan dalam acara pemakamannya Sabtu ini.

Hubungan si Duke of Edinburgh secara Angkatan Laut Kerajaan & kecintaannya pada laut akan menjadi fokus upacara dengan akan diadakan di Kastil Windsor.

Namun tidak bakal ada khotbah, sesuai rencana almarhum.

Lebih dari 730 anggota angkatan bersenjata ikut serta dalam acara tersebut, namun hadirin di Kapel St. George dibatasi hanya 30 orang, berdasarkan protokol kesehatan Covid-19.

Acara pemakaman kerajaan hendak dimulai setelah satu menit hening pada pukul 15: 00 waktu setempat (22: 00 WIB).

Pangeran Philip wafat di Kastil Windsor pada Jumat 9 April, di usia 99 tarikh.

Jenazahnya kini terbaring pada kapel pribadi di Kastil Windsor sebelum dipindahkan ke Aula Depan.

Selanjutnya, peti jenazah akan ditempatkan dalam mobil Jaguar Land Rover yang telah dimodifikasi & didesain oleh almarhum tunggal, kemudian diantar ke Kapel St. George yang jaraknya dekat.

Upacara pemakaman akan dipimpin oleh Dean of Windsor, dengan Uskup Agung Canterbury mengucapkan anugerah.

Menurut jadwal acara dengan dirilis Istana Buckingham, Dean of Windsor akan memberi penghormatan pada “kebaikan, banyolan, dan kemanusiaan” Pangeran Philip dan “banyak cara hidupnya yang panjang menjadi anugerah bagi kita”.

“Kita terinspirasi oleh kesetiaannya yang tak tergoyahkan kepada Ratu, sebab baktinya kepada negeri serta Persemakmuran, oleh keberanian, ketabahan, dan keyakinannya, ” serupa itu yang akan dia katakan dalam pidatonya.

Istana Buckingham mengatakan rencana pemakaman sudah dimodifikasi untuk mematuhi aturan kesehatan.

Seluruh prosesi pemakaman akan diselenggarakan di lingkungan kastil dan masyarakat diminta tidak berkerumun di sana atau kediaman kerajaan lainnya.

Hadirin akan mengenakan kedok dan menjaga jarak, tengah Ratu duduk sendiri.

Namun aspek seremonial dalam jalan ini tetap sesuai dengan keinginan Pangeran Philip dan akan mencerminkan afiliasi militernya dan elemen pribadi daripada kehidupannya.

Menjelang pemakaman, Istri raja membagikan foto favoritnya dengan sang Duke of Edinburgh.

Diambil oleh menantunya, Countess of Wessex Sophie Rhys-Jones, foto itu menunjukkan pasangan suami-istri itu sedang bersantai di atas selimut berdarmawisata di Coyles of Muick, Aberdeenshire, dekat tanah awak Ratu di Balmoral.

Sumber gambar, The Countess of Wessex

Siapa saja yang akan hadir di pemakaman?

Prosesi pemakaman suami Ratu Elizabeth II yang bergelar Duke of Edinburgh itu hanya akan dihadiri 30 orang, termasuk tiga kaum dari Jerman.

Para tamu akan mengenakan busana perkabungan dilengkapi medali masing-masing jadi pakaian resmi untuk terang hari, namun bukan semacam militer.

Sejumlah masukan menyebutkan, keputusan itu untuk menghindari membuat malu Tengku Harry, yang dicoret gelar kehormatan militernya setelah mengundurkan diri dari tugas-tugas negeri. Harry disebutkan hanya akan menjadi satu-satunya anggota negeri yang berpakaian sipil walaupun sempat bertugas di Afghanistan, bila ketetapan seragam tentara ini tetap jalan.

Semasa proses pemakaman, semua yang hadir wajib memakai kedok dan menjaga jarak pantas protokol kesehatan, sedangkan Raja perempuan Elizabeth II duduk sendiri.

Sumber gambar, PA Media

Sumber gambar, PA Media

Tetamu lainnya adalah istri Pangeran Charles serta istri Pangeran William, semua cucu Pangeran Philip & pasangan masing-masing, anak-anak lantaran mendiang adik Ratu Elizabeth, Putri Margaret, dan Bernard sebagai Pangeran Baden, Donatus, dan Pangeran Philipp lantaran Hohenlohe-Langenburg.

Masuk pula dalam daftar tamu merupakan Countess Mountbatten of Burma, dahulu dikenal dengan nama Lady Romsey kemudian belakangan Lady Brabourne, yang adalah salah satu sahabat almarhumah.

Perempuan berusia 67 tahun itu adalah hidup Earl Mountbatten, yaitu Norton Knatchbull – yang adalah cucu dari mendiang pakcik Pangeran Philip, 1st Earl Mounbatten, yang tewas kelanjutan pengeboman kelompok IRA dalam 1979.

Istana Buckingham mengungkapkan bahwa Ratu “kesulitan” dalam memutuskan siapa selalu yang masuk dalam daftar upacara pelepasan dan pemakaman suaminya di tengah situasi pandemi. Ratu awalnya mau mengundang 800 orang, sebab Ratu ingin semua trah suaminya untuk hadir.

Analisis

Oleh Daniela Relph, koresponden kerajaan

Ini adalah format agenda pemakaman yang diinginkan Duke of Ediburgh.

Daftar tamu, musik yang diputar, dan perwakilan militer sudah disusun sesuai dengan seruan almarhum terkait pemakamannya. Satu elemen yang mungkin dia tidak perkirakan adalah ketegangan di dalam keluarga.

Ratu sudah memutuskan bagian Keluarga Kerajaan tidak bakal memakai seragam militer dalam hari Sabtu.

Sumber tulisan, Karwai Tang/WireImage via Getty Images

Hal ini secara apik menghindari masalah untuk Pangeran Harry dan Pangeran Andrew. Mereka berdua telah meninggalkan dinas militer serta apakah mereka harus mengenakannya lagi kini bukan sedang menjadi dilema.

Metode cara proses pemakaman mengungkapkan bahwa dua cucu Tengku Philip, yaitu kakak beradik Pangeran William dan Tengku Harry, tidak akan berjalan bersebelahan secara langsung. Sepupu mereka, yaitu Peter Philips, akan berjalan di kurun mereka.

Pihak Istana Buckingham tidak bersedia mengomentari keputusan itu. Menanggapi pertanyaan para wartawan, seorang spesialis bicara istana mengatakan kalau mereka tidak tertarik buat membahas “persepsi drama”.

Dari sekian ungkapan belasungkawa atas wafatnya Pangeran Philip beberapa hari terakhir, Istana Buckingham mengatakan bahwa Ratu dan keluarga sangat tersentuh atas kesaksian seputar “kehidupan dan upaya keras Duke of Edinburgh yang asing biasa. ”

Pangeran Philip wafat pada Kastil Windsor pada 9 April di usia 99 tahun. Jenazahnya disemayamkan di kapel keluarga di dunia kastil.

Pada hari pemakaman, peti jenazah akan dipindahkan ke aula ajaran di Kastil Windsor. Selanjutnya peti akan diangkut secara mobil Jaguar Land Rover yang telah dimodifikasi & didesain sendiri oleh almarhumah semasa hidup. Kendaraan tersebut akan mengantar jenazah ke Kapel St George.

Proses ke kapel tersebut akan dipimpin oleh Band of the Grenadier Guards, diikuti oleh Divisi Tentara Istana dan pimpinan tentara Inggris.

Semua anggota Keluarga Kerajaan berjalan pada belakang kendaraan jenazah. Dayang Anne dan Pangeran Charles akan berjalan di derek depan, diikuti Pangeran Edward dan Pangeran Andrew.

Di deret ketiga, Tengku William dan Pangeran Harry berjalan dengan ditengahi oleh sepupu mereka, Peter Philips.

Laksamana Madya Sir Tim Laurence dan Earl of Snowdon mendaftarkan di deret berikut, yang diikuti oleh para staf rumah tangga kediaman almarhum.

Ratu Elizabeth II akan didampingi oleh perempuan pengawal dengan naik mobil kerajaan Bentley di akhir rombongan, lalu masuk ke kapel.

Kedekatan almarhum dengan Angkatan Laut Kerajaan juga akan tercermin dalam ibadah pelepasan, ditandai saat personel Marinir Negeri membunyikan terompet sinyal Action Stations, sebagai pertanda seluruh anggota harus siap bertempur.

Paduan suara era ibadah hanya beranggotakan 4 penyanyi, namun seluruh jemaat dalam ibadah tidak diperkenankan ikut bernyanyi, mengikuti protokol Covid-19.

Ibadah tersebut akan dipimpin oleh Archbishop of Canterbury dan Dean of Windsor.

30 orang menghadiri pemakaman

  • Raja perempuan Elizabeth II

  • The Prince of Wales (Pangeran Charles)

  • The Duchess of Cornwall (Camilla)

  • The Duke of Cambridge (Pangeran William)

  • The Duchess of Cambridge (Kate Middleton)

  • The Duke of Sussex (Pangeran Harry)

  • The Duke of York (Pangeran Andrew)

  • Putri Beatrice

  • Edoardo Mapelli Mozzi

  • Putri Eugenie

  • Jack Brooksbank

  • The Earl of Wessex

  • The Countess of Wessex

  • Lady Louise Windsor

  • Viscount Severn

  • The Princess Royal (Putri Anne)

  • Laksamana Madya Sir Timothy Laurence

  • Peter Phillips

  • Zara Tindall

  • Mike Tindall

  • Earl of Snowdon

  • Lady Sarah Chatto

  • Daniel Chatto

  • Duke of Gloucester

  • Duke of Kent

  • Putri Alexandra

  • Bernhard, Hereditary Prince of Baden

  • Pangeran Donatus, Landgrave of Hesse

  • Pangeran Philipp of Hohenlohe-Langenburg

  • The Countess Mountbatten of Burma

Sumber gambar, Reuters

Tanda-tanda kebesaran almarhum mau dipajang di altar selama ibadah pelepasan berlangsung.

Sumber gambar, EPA

Medali-medali dan dekorasi itu dianugerahkan kepada almarhum semasa hidup oleh Inggris Raya dan negara-negara Persemakmuran – begitu pula lencana wing dari Legiun Udara dan tanda kehormatan dari Angkatan Darat, dan penghargaan lainnya dari Denmark dan Yunani, yang adalah wilayah asal-usulnya dan tempat dia lahir sebagai pangeran Yunani dan Denmark.