Transisi iklim: Lapisan es di Greenland seluas 110 km persegi ‘terlepas dan terpecah menjadi kecil-kecil’

Transisi iklim: Lapisan es di Greenland seluas 110 km persegi 'terlepas dan terpecah menjadi kecil-kecil'
  • Jonathan Amos
  • BBC Science Correspondent

Sebongkah besar es telah lepas dari lapisan es terbesar yang tersisa di Sumbu Utara – 79N, atau Nioghalvfjerdsfjorden – di timur laut Greenland.

Bagian yang terlepas memiliki merata sekitar 110 kilometer persegi; citra satelit menunjukkan ia telah terpecah-belah menjadi banyak bagian kecil.

Para ilmuwan mengatakan kehilangan ini menambah bahan bahwa perubahan iklim terjadi dengan cepat di Greenland.

“Atmosfer di wilayah ini telah menghangat sebesar 3C sejak 1980, ” kata Dr. Jenny Turton.

“Dan pada 2019 serta 2020, ia mencatat rekor temperatur musim panas, ” kata peneliti Universitas Friedrich-Alexander di Jerman itu kepada BBC News.

Nioghalvfjerdsfjorden memiliki lama kira-kira 80km dan lebar 20km dan berada di ujung Aliran Es Greenland – tempat dia mengalir dari daratan ke samudera dan menjadi terapung di lautan.

Di dalam ujung terdepannya, gletser 79N terbelah menjadi dua, dengan satu periode kecil berbelok langsung ke mengetengahkan. Bagian inilah, disebut Gletser Spalte, yang sekarang telah hancur.

Badan es tersebut sudah retak parah pada 2019; cuaca hangat musim panas itu telah menjadi ‘serangan’ terakhir yang menghancurkannya. Gletser Spalte telah menjelma kumpulan gunung es.

Perhatikan baik-baik cermin satelit di atas dan guru udara lebih tinggi yang terekam di wilayah tersebut tampak jelas dari sejumlah besar kolam lelehan yang berada di atas lapisan es.

Kehadiran air dalam bentuk reda kerap menjadi masalah bagi susunan es. Jika air mengisi celah-celah retakan, ia bisa melemahkan lapisan es melalui proses yang dikenal hydrofacturing.

Para pakar oseanografi juga sudah mendokumentasikan suhu air laut yang lebih hangat – berarti susunan es hampir pasti juga meleleh dari bawah.

“79N menjadi ‘lapisan es terbesar Arktik yang masih tersisa’ baru-baru ini, setelah Petermann Glacier di barat laut Greenland kehilangan banyak wilayahnya pada tahun 2010 serta 2012, ” ujar Profesor Jason Box dari lembaga Survei Geologi Denmark dan Greenland (GEUS).

“Hal yang membuat 79N begitu penting ialah caranya melekat pada lapisan es interior, dan itu berarti kalau suatu hari – jika kondisi menghangat seperti yang kita perkirakan – wilayah ini mungkin bakal menjadi salah satu pusat kemerosotan es di Greenland. ”

Arus Es Greenland Timur Laut mengalirkan sekitar 15% dari lapisan es interior. Gelom1 tersebut mengalirkan esnya ke N79 atau bagian glasial di daksina, Zachariae Isstrom. Zachariae telah kehilangan sebagian besar area lapisan es terapung.

Profesor Box berkata N79 bisa bertahan lebih lama karena pucuk depannya ditahan oleh beberapa tanah. Ini memberi sedikit stabilitas. Namun, imbuhnya, lapisan es terus menipis, meski sebagian besar terjadi pada bagian belakang.

“Ini kemungkinan besar hendak menyebabkan N79 hancur dari sedang, yang cukup unik. Namun hamba rasa itu tidak akan terjadi selama 10 atau 20 tarikh lagi. Siapa yang tahu? ” katanya kepada BBC News.

Pada kamar Juli, bongkahan besar es lainnya di Arktik kehilangan cukup banyak wilayahnya. Es yang dimaksud adalah Lapisan Es Milne di pinggiran utara Pulau Ellesmere di Kanada.

Delapan puluh kilometer persegi patah dibanding Milne, meninggalkan bagian seluas 106 kilometer persegi. Milne merupakan wasiat terbesar dari bongkahan es manusia besar yang mencakup 8. 600 kilometer persegi pada awal Abad 20.

Laju pencairan es yang cepat dalam Greenland disoroti dalam sebuah penelitian bulan lalu yang menganalisis data dari satelit Grace-FO AS-Jerman. Udara ruang angkasa ini mampu melacak perubahan massa es dengan mendeteksi pergeseran tarikan gravitasi lokal. Mereka pada dasarnya menimbang lapisan es.

Misi Grace mendapati bahwa 2019 menjadi tahun pemecahan rekor, dengan sekitar 530 miliar ton massa es yang lepas. Dalam es secara massa tersebut, terkandung cukup air untuk menaikkan permukaan laut global setinggi 1, 5mm.