Yoshihide Suga terpilih menjadi perdana gajah Jepang yang baru menggantikan Shinzo Abe

Yoshihide Suga terpilih menjadi perdana gajah Jepang yang baru menggantikan Shinzo Abe

Parlemen Jepang telah memilih Yoshihide Suga sebagai perdana menteri yang baru, menyusul pengunduran diri Shinzo Abe.

Setelah Suga memenangkan kedudukan pimpinan partai yang berkuasa pasar ini, pemungutan suara pada Rabu (16/09), mengkonfirmasi posisinya yang terakhir sebagai perdana menteri.

Sebagai sekutu sebab Abe, ia diharapkan bisa meneruskan kebijakan pendahulunya.

Shinzo Abe mencanangkan pengunduran dirinya akhir bulan lalu, dengan alasan kesehatan.

Hari Rabu, adalah hari terakhir Abe mengadakan kerap kabinet dan mengatakan kepada kuli bahwa dia bangga atas pencapaiannya selama hampir delapan tahun berkuasa.

Suga kemudian dengan mudah menang pada pemungutan suara perdana menteri dalam Diet, majelis rendah, di mana koalisi yang dipimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) yang konservatif memiliki suara mayoritas.

Bersama dengan kabinet barunya, dia kemudian akan dilantik dengan seremonial oleh kaisar di Istana Kekaisaran.

Tantangan di depan

Politikus veteran dan anggota kabinet senior, akan memimpin negara di masa sulit. Jepang tercatat mempunyai perekonomian terbesar ketiga dunia.

Seperti penuh negara lain, Jepang juga berjuang di tengah pandemi yang sudah menyebabkan kemerosotan ekonomi terbesar pada sejarah, menyusul kemandekan ekonomi selama bertahun-tahun.

Jepang juga menghadapi asosiasi yang sudah tua, dengan dekat sepertiga populasinya berusia 65 tarikh ke atas.

Suga telah menjadi Besar Sekretaris Kabinet selama bertahun-tahun, peran pemerintahan tertinggi setelah perdana menteri.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di instrumen pencari lain

Dia juga berjanji melaksanakan segudang agenda pemerintahan sebelumnya, tercatat program reformasi ekonomi yang dijuluki Abenomics.

“Pemilihan Suga menjamin adanya keberlanjutan pada semua inisiatif kebijakan istimewa yang dikeluarkan Shinzo Abe, ” kata Yuki Tatsumi, direktur program Stimson Center’s Japan yang berbasis di Washington kepada BBC.

“Apa yang akan menjadi ujian terbesar baginya adalah seberapa baik dia tampil di hadapan publik sebagai negeri Jepang, ” katanya.

“Meskipun kemampuannya jadi tangan kanan Abe dan Kepala Sekretaris Kabinet telah terbukti, namun kemampuan untuk memimpin negara jadi pemimpin tertinggi sebagian besar belum teruji, khususnya dalam bidang kebijakan luar negeri.

“Bagaimana Suga sanggup bertransisi dari penyokong menjadi pemain utama, akan ditentukan seberapa elok transisi kepemimpinan ini dapat dikelola. ”

Siapa Yoshihide Suga?

Lahir sebagai bujang petani stroberi, politikus veteran ini memiliki latar belakang sederhana, yang membedakan dirinya dari kebanyakan elit politik Jepang.

Pria 71 tahun, memiliki karir yang perlahan dalam politik. Dia pertama kali bekerja sebagai seorang sekretaris untuk anggota kongres LDP sebelum akhirnya memulai karir politiknya sendiri, dari pemilihan jawatan kota menjadi anggota Diet di dalam 1996.

Pada 2005, dia menjadi seorang menteri kabinet di bawah Junichiro Koizumi dan memperoleh pengaruh bertambah pada kabinet Abe.

Sebagai tangan kanan dari Abe, dia mendapatkan reputasi sebagai orang yang efisien serta praktis, dan mendapat dukungan sempurna dari Abe untuk kepemimpinannya.

Salah mulia penampilan publiknya yang paling mengemuka adalah saat mengumumkan era gres Reiwa. Saat itu adalah pergantian dari Kaisar Akihito yang turun tahta kepada putranya Naruhito di 2019 lalu.

Saat dia menang meraih kursi tertinggi di LDP di dalam hari Senin kemarin, yang tempat butuhkan hanyalah dukungan dari partainya sendiri.